Profil Primus Yustisio, Anggota DPR yang Kritik LPDP: Sering Naik KRL ke Tempat Kerja

anggota DPR RI, Primus Yustisio, Profil Primus Yustisio, lpdp, Profil Primus Yustisio, Anggota DPR yang Kritik LPDP: Sering Naik KRL ke Tempat Kerja

Komisi XI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Keuangan pada Kamis (11/9/2025).

Salah satu topik pembahasan adalah Rencana Kerja dan Anggaran BLU Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahun Anggaran 2026 dengan pagu belanja mencapai Rp 3,9 triliun.

Anggaran besar tersebut mendapat sorotan sejumlah anggota dewan. Charles Meikyansah, misalnya, menekankan pentingnya transparansi dan pemerataan akses beasiswa LPDP.

“Tapi kita tahu sekali, Pak, banyak kemudian beasiswa ini diberikan kepada sebenarnya golongan-golongan yang sebenarnya mampu, pak. Mampu secara kekuasaan, mampu secara keuangan, dan mampu secara akses untuk sekolah baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Charles, dikutip dari YouTube Komisi XI DPR RI Channel, Jumat (12/9/2025).

Hal senada diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio. Menurutnya, prioritas beasiswa sebaiknya diberikan lebih dulu kepada pelajar yang kurang mampu, baru kemudian kepada yang berprestasi.

"Kan itu beasiswa, satu harus berprestasi, kedua tidak mampu. Tapi kalau saya boleh tekankan yang tidak mampu dulu, Pak," ucap Primus.

Ia juga menilai laporan LPDP seharusnya lebih terbuka soal latar belakang penerima. "Ini kan yang setiap tahun dilaporkan ke publik itu cuma agregat saja, yang diterimanya saja. Tapinya ke mana, dari mananya. Nah, ini perlu ke depan Pak, dibuka. Orang ini bagaimana diterima," jelasnya.

Karier Politik Primus

Primus Yustisio lahir di Jakarta pada 23 Agustus 1977 dan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Trisakti jurusan Teknik Industri. Sebelum terjun ke dunia politik, ia lebih dulu dikenal sebagai model dan aktor populer di era 1990-an hingga awal 2000-an.

Langkah politiknya dimulai pada 2008 ketika ia mencalonkan diri sebagai wakil bupati Subang. Meski belum berhasil, pengalaman tersebut membuka jalan baginya untuk terus aktif di politik.

Pada Pemilu 2009, Primus berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Ia kemudian konsisten mempertahankan kursi di Senayan hingga tiga periode berikutnya.

Dalam Pemilu 2024, Primus kembali lolos ke DPR RI dari Dapil Jawa Barat V dengan raihan 86.983 suara. Kini, ia duduk di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, hingga lembaga keuangan non-bank, termasuk pembahasan mengenai LPDP.

Kekayaan Ratusan Miliar

Selain dikenal sebagai politisi, Primus juga termasuk artis dengan harta kekayaan besar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2024, total kekayaannya mencapai Rp 112,41 miliar tanpa utang.

Rinciannya antara lain:

  • Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 237 m²/400 m² senilai Rp 18,9 miliar.
  • Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 687 m²/1000 m² senilai Rp 54,9 miliar.
  • Tanah dan bangunan di Tangerang Selatan seluas 1.490 m²/800 m².
  • Tanah di Kota Tangerang seluas 1.888 m² senilai Rp 6,7 miliar.
  • Total aset tanah dan bangunan yang ia laporkan mencapai Rp 97 miliar.

Untuk kendaraan, ia mencatat total Rp 2,5 miliar, termasuk BMW K1200S tahun 2005, Hyundai Palisade 2022, Mini Cooper, Jeep Mercy SUV, Swift sedan, hingga Toyota Innova. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya Rp 316 juta, kas Rp 11,1 miliar, serta harta lain Rp 1,3 miliar.

Pilih Naik KRL

Di balik statusnya sebagai anggota DPR empat periode, gaya hidup sederhana Primus juga kerap disorot. Ia lebih sering menggunakan KRL untuk berangkat kerja dibanding mobil pribadi.

Sang istri, aktris Jihan Fahira, menyebut keputusan itu semata-mata karena alasan kepraktisan. "Jadi kalau Primus itu males macet," ujar Jihan, dikutip dari YouTube FYP Trans7, Jumat (22/8/2025).

Rumah mereka di Bintaro, Tangerang Selatan, hanya berjarak sekitar lima menit dari stasiun, sehingga KRL dinilai lebih efisien. "Rumah kami sama stasiun kereta cuma 5-3 menit sampai. Jadi, naik kereta itu memang paling efektif," tambah Jihan.

Selain itu, Primus juga lebih mudah menjangkau daerah pemilihannya di Bogor dengan kereta. "Kalau ke Dapil memang enak naik kereta. Kalau Dapilnya itu ada yang tiga jam, ada yang enak dilewatin mobil, ada yang enak pakai kereta," jelas Jihan.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.