Mengenal Tren ‘Micro-Walks’, Olahraga 30 Detik yang Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan
Selama bertahun-tahun, dokter selalu mengingatkan pentingnya tetap aktif sepanjang hari. Sebagaimana kita tahu, terlalu lama duduk memang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung.
Tapi di sisi lain, tidak semua orang punya waktu untuk olahraga setiap hari. Nah, penelitian terbaru justru membawa kabar baik. Anda tidak perlu berolahraga terlalu berat, cukup mencoba metode jalan kaki bernama "micro-walks".
Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B menemukan bahwa "micro-walks" ini memberikan manfaat luar biasa. Bahkan, lebih bagus daripada Anda berjalan kaki berjam-jam.
Apa Itu Micro-Walks?
Ilustrasi jalan kaki.
Melansir dari Women's Health, Senin, 24 November 2025, micro-walks merupakan jalan kaki selama 10 hingga 30 detik dalam satu sesi, lalu berhenti, kemudian jalan lagi. Jadi bukan jalan terus-menerus, tapi dicicil dalam durasi super pendek.
Eksperimen dilakukan dengan membuat relawan berjalan di treadmill atau menaiki anak tangga selama durasi berbeda, mulai dari 10 detik hingga empat menit. Mereka memakai masker khusus untuk mengukur konsumsi oksigen dan energi yang dikeluarkan tubuh. Hasilnya? Aktivitas super singkat ini justru membakar lebih banyak energi.
Peneliti mendapati bahwa orang yang berjalan dalam durasi sangat pendek mengeluarkan energi hingga 60 persen lebih banyak dibanding mereka yang berjalan lebih lama, meski jaraknya sama. Semakin tinggi energi yang dikeluarkan, semakin banyak kalori yang terbakar.
Artinya, metabolisme bisa terpicu lebih cepat lewat potongan aktivitas singkat ketimbang jalan panjang yang ritmenya cenderung stabil. Efeknya mirip interval training, tapi versi paling sederhana.
Ahli gizi sekaligus pelatih, Albert Matheny, juga mengakui konsep ini masuk akal. Menurutnya, aktivitas kecil yang tersebar sepanjang hari jauh lebih baik untuk sirkulasi, kesehatan mental, hingga pencernaan.
Selain itu, orang biasanya berjalan lebih cepat ketika durasinya pendek. Berbeda dengan jalan jarak jauh, kecepatan cenderung melambat karena tubuh lebih cepat lelah.
Kemudian, untuk target langkah, penelitian menunjukkan bahwa patokan 10.000 langkah sehari tidak wajib. Banyak studi terbaru justru menyebut angka ideal sekitar 7.500 langkah. Namun kondisi tiap orang berbeda.
Jika sudah terbiasa jalan, mengejar 10 ribu langkah tetap bagus. Tapi kalau Anda jarang bergerak atau tidak punya banyak kesempatan untuk jalan kaki, 7.500 langkah sudah cukup realistis.
"Kalau merasa malas berjalan jauh atau tidak punya waktu, cukup lakukan sesi 30 detik beberapa kali sehari. Lebih mudah dan jauh lebih attainable," kata Matheny.
Nah, micro-walks ini menawarkan cara baru untuk tetap aktif tanpa harus berkomitmen pada jalan kaki yang jauh dan melelahkan. Jalan kaki dengan durasi super pendek juga memiliki manfaat yang tidak bisa diremehkan. Bagi Anda yang sibuk atau mudah bosan berjalan lama, strategi ini bisa jadi solusi paling mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.