Erick Thohir Soal FIFA Series 2026: Ajang Menguji dan Naikkan Level Timnas
Indonesia menorehkan pencapaian baru di panggung sepak bola internasional setelah resmi ditunjuk FIFA sebagai salah satu dari delapan tuan rumah FIFA Series 2026.
Penunjukan ini menandai peningkatan kepercayaan FIFA terhadap kemampuan Indonesia dalam menggelar event berskala global, sekaligus membuka kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk mendapat pengalaman bertanding melawan oposisi dari lintas benua.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai keputusan FIFA ini sebagai peluang strategis bagi peningkatan kualitas skuad Garuda.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan maksimal dari kesempatan ini untuk menempa mental dan teknis Jay Idzes dkk melalui pertandingan melawan tim-tim dengan karakter permainan berbeda.
“Ini adalah kesempatan besar yang harus kita manfaatkan untuk terus menguji dan menaikkan level Timnas,” ujar Erick Thohir saat menghadiri Kongres AFF di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/11).
"Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, para pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis."
"Ini adalah jalan terjal, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia."
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden PSSI Erick Thorir saat pemberian penghargaan Gold Award untuk pembangungan National Training Center pada 17 Juni 2025 di Miami, Florida.
Lawan dari Eropa, Karibia, hingga Oseania Menanti Garuda
FIFA Series merupakan mini turnamen resmi FIFA yang dirancang untuk mempertemukan tim-tim nasional dari berbagai konfederasi dalam laga persahabatan terstruktur.
Tujuannya adalah meningkatkan jam terbang internasional dan membuka jalan bagi pembangunan sepak bola yang lebih merata di seluruh dunia.
Selama ini, Timnas Indonesia lebih sering menghadapi lawan dari lingkup Asia (AFC). Melalui FIFA Series 2026, pola tersebut akan berubah drastis.
Garuda dapat bertemu tim dari berbagai konfederasi, mulai dari Afrika (CAF), Eropa (UEFA), Amerika Selatan (CONMEBOL), Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), hingga Oseania (OFC).
Pengalaman tersebut memberi ruang bagi para pemain serta staf pelatih untuk mempelajari filosofi permainan khas dari tiap kawasan—kekuatan fisik tim Afrika, kedisiplinan taktik tim Eropa, kreativitas tim Amerika Selatan, dan intensitas permainan tim-tim CONCACAF.
Delapan Negara Tuan Rumah, Indonesia Masuk Peta Sepak Bola Dunia
Pada edisi 2026, Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama tujuh negara lainnya: Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Penunjukan ini memperkuat posisi Indonesia di peta sepak bola global sebagai negara yang dinilai mampu menggelar event FIFA secara profesional.
Sebagai perbandingan, pada FIFA Series edisi perdana 2024, FIFA menunjuk lima negara sebagai tuan rumah: Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Format lintas benua tersebut dinilai sukses, termasuk contoh Aljazair (CAF) yang menjadi tuan rumah bagi Bolivia (CONMEBOL), Andorra (UEFA), dan Afrika Selatan (CAF).
Model serupa diproyeksikan akan diterapkan pada FIFA Series 2026, dengan Indonesia berpeluang menjadi pusat pertemuan berbagai gaya sepak bola dari seluruh dunia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.