Ogah Kehilangan Karakter! Natasha Rizky Hingga Sophia Latjuba Tepis Cantik Gak Harus ke Korea Selatan

Natasha Rizky, Alyssa Daguize dan Sophia Latjuba.
Natasha Rizky, Alyssa Daguize dan Sophia Latjuba.

 Di tengah persepsi bahwa standar kecantikan di Indonesia masih kalah dari Korea Selatan, sejumlah public figure justru menunjukkan bahwa penampilan natural dan terawat bisa diperoleh tanpa harus terbang ke negeri ginseng.

Mulai dari Natasha Rizky, Andien, Alyssa Daguise hingga Sophia Latjuba, mereka kompak membeberkan pengalaman pribadi soal perawatan yang membuat wajah tetap segar tanpa menghilangkan karakter asli. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Fenomena ini muncul seiring banyaknya masyarakat Indonesia yang merasa harus mencari treatment di luar negeri akibat kuatnya pengaruh K-pop dan K-drama. Namun, sejumlah figur publik justru memberikan perspektif berbeda—bahwa kecantikan bisa hadir dari pendekatan yang lebih personal, dekat, dan memahami kebutuhan kulit.

Alyssa Daguise menjadi salah satu yang buka suara. Ia mengungkap bahwa momen pernikahannya menjadi bukti hasil perawatan yang elegan dan tidak berlebihan selama enam tahun terakhir. 

“Do not go anywhere else. Trust me, go to JAC!” kata Alyssa dalam keterangannya, dikutip Sabtu 22 November 2025.

Penyanyi Andien juga punya pengalaman serupa, terutama ketika tampil di panggung besar saat konser perjalanan kariernya yang ke-25 tahun. 

“Urusan filler, urusan angle, aku percayakan ke Jakarta Aesthetic Clinic deh!” ungkapnya, menceritakan bagaimana ia bisa tetap ekspresif tanpa khawatir tampilan wajah berubah.

Berbeda lagi dengan Sophia Latjuba, yang dikenal dengan pesona awet muda di usia 50-an. Ia mengaku perawatan wajah sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya, layaknya olahraga dan yoga. 

“Di manapun saya berada, saya selalu kembali ke JAC – rasanya seperti pulang ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Natasha Rizky atau Aca menyoroti dimensi yang lebih personal dan emosional dari perawatan diri. Baginya, merawat wajah bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. 

“Aku percaya, menjaga wajah dan tubuh adalah bagian dari self-love yang positif. Dan di JAC, Alhamdulillah aku cocok banget dan percaya kalau aku sudah menemukan tempat yang aman, nyaman, dan hasilnya nyata,” tutur Aca.

Di balik pengalaman para selebritas ini, ada sosok dr. Olivia Ong, M.Biomed. (AAM) yang turut berbagi kisah dalam forum Asia-Pacific Unique and Live Scientific Exchange (APULSE) di Seoul, Korea Selatan. Ia menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia, membawakan materi bertajuk “Breaking Barriers, Building Brands: A Woman’s Path to Business Leadership.” 

“Jika harus menengok kembali ke belakang, saya menyadari bahwa setiap tantangan baik secara pribadi, profesional, dan spiritual, membawa saya pada satu kebenaran; saya merasa benar-benar bahagia ketika bisa membantu orang lain. Saya bangga telah membersamai JAC selama puluhan tahun dan berhasil membawanya semakin harum,” ujar dr. Olivia.

Perjalanan panjangnya tidak datang tanpa pengorbanan. Olivia mengaku pernah bekerja hingga 16 jam sehari demi mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan. Ia menegaskan bahwa penghargaan internasional yang diraih bukan hanya miliknya seorang. 

“Memenangkan penghargaan ini setiap tahun bukanlah tujuan kami, tetapi menerima penghormatan selama satu dekade ini terasa seperti tepukan hangat di bahu – sebuah pengakuan yang tulus dari Asia-Pacific mengenai apa yang sudah kami lakukan dan bagaimana cara kami melakukannya, jalannya sudah benar,” ujarnya.

CEO Merz Aesthetics Global, Bob Rhatigan, turut memberikan apresiasi. 

“Ten years in a row - not just winning awards, but winning hearts, Jakarta Aesthetic Clinic continues to shine a bright light for Indonesians and the wider APAC community,” katanya.

Presiden Merz Aesthetics APAC, Lawrence T. Siow, juga menambahkan pandangan serupa. 

“No need to go abroad, like going back and forth to Korea for aesthetic treatment, because you have Jakarta Aesthetic Clinic, your hidden gem with a decade of international recognition,” ucapnya.