Pramono Mau Keliling Bareng Kapolda-Pangdam saat Nataru, Pastikan Jakarta Aman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta

 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan dirinya akan berpatroli bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Mayjen TNI Deddy Suryadi pada saat pergantian malam tahun baru. 

Pramono memastikan kondisi keamanan Jakarta tetap terkendali selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

"Saya mungkin nanti bersama dengan Pak Pangdam, Pak Kapolda, dan jajaran yang lain juga akan keliling Jakarta karena bagaimanapun kerukunan, kenyamanan itu menjadi penting," ucap Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat, 21 November 2025.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Mako Brimob Kwitang

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan koordinasi menyeluruh dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Pihak Pramono juga berencana melaksanakan piket saat Natal dan Tahun Baru.

"Tadi saya habis bisik-bisik dengan Pak Pangdam dan Pak Kapolda, kami juga akan mengadakan piket secara reguler," kata Pramono. 

"Jadi kami meyakini menyambut Natal Tahun Baru mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang istimewa, dan Jakarta tetap aman nyaman seperti yang kita harapkan," sambungnya. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai. Kegiatan itu dipimpin oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertujuan untuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar damai dan kondusif.

Kegiatan apel yang diselenggarakan di Markas Polda DIY tersebut diikuti sebanyak 3.500 orang. Rinciannya, 1.000 terpusat di Polda dan 2.500 tersebar di lima Polres jajaran.

Dalam amanatnya, Sultan menyambut baik dukungan 10.000 rompi Jaga Warga dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, baju itu adalah simbol keteduhan. Bahwa garda keamanan hadir, untuk 'ngayomi lan ngemong', bukan menakuti.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya titipkan harapan, agar Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni; menjadi sahabat masyarakat dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial," kata Sultan, Jumat, 21 November 2025.

Sultan menyebut, dengan adanya sinergisitas dengan Polri dalam rangka menjaga kamtibmas, maka situasi Yogyakarta bakal diyakini aman, damai dan tertib.

"Akhirnya, bila Polri bekerja dengan tata, titi, tatas, titis, dan Jaga Warga melangkah dengan tanggap, tangguh, tuntas, maka Yogyakarta akan senantiasa berada pada suasana titi tentrem, karta raharja, aman, tertib, makmur, dan sejahtera bagi seluruh warganya," kata dia.

Sementara itu, Sigit menambahkan kegiatan ini adalah simbolisasi dari bersatunya keterlibatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan pranata atau keteraturan sosial.

TNI Gagalkan Penyelundupan BBM dan Tembakau ke Timor Leste

TNI Gagalkan Penyelundupan BBM dan Tembakau ke Timor Leste

"Ini adalah warisan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat yang sudah ada sejak dulu. Ini terus ditumbuhkan dan dikembangkan," ucap Sigit.

Sigit menekankan, Polri tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Sehingga harus berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga keteraturan sosial dan menyelesaikan masalah.