Sosok Irjen Gatot Repli Handoko Sebut Polisi 'Babu Masyarakat': Bintang 2 Hartanya Hanya Rp 100 Juta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan lembaga negara yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada publik.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, institusi ini kembali menjadi sorotan. Berbagai dinamika internal dan eksternal membuat pemerintah mendorong percepatan reformasi, termasuk melalui pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri dan pembentukan Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam konteks inilah, Irjen Pol Gatot Repli Handoko, Dosen Kepolisian Utama Tingkat I di STIK Lemdiklat Polri, menegaskan kembali pendekatan humanis yang harus dipegang setiap anggota kepolisian.
Dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Reformasi Polri Harapan Menuju Institusi Penegakan Hukum yang Profesional dan Humanis" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025), ia menegaskan bahwa polisi adalah pelayan masyarakat.
Apa Pesan Irjen Gatot Repli Handoko?
Irjen Gatot menyoroti perlunya perubahan pola pikir di tubuh kepolisian. Baginya, reformasi Polri tidak hanya berbicara soal struktur atau sistem, tetapi juga budaya yang harus dibangun dari tingkat pimpinan hingga anggota paling bawah.
"Yang paling penting adalah mindset pola pikir, pola pikir ini sampai ke bawah ini harus benar-benar budaya pelayanan, istilahnya kami (Polri) ini babunya. Kami babunya masyarakat," ujar Gatot.
Ia menegaskan bahwa seluruh masukan publik harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi Polri.
Menurut Gatot, pelayanan polisi tidak boleh berhenti pada standar administratif. Polri, ujarnya, harus hadir sebagai institusi yang memberikan rasa aman sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri dianggap penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan di tengah meningkatnya tuntutan publik.
Siapa Sosok Irjen Pol Gatot Repli Handoko?
Irjen Gatot Repli Handoko merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai bidang.
Ia menjabat sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri sejak Agustus 2025.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Karomulmed Divhumas Polri dari Juni 2022 hingga Agustus 2025, sebelum digantikan Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi.
Lahir pada 1 April 1969, Gatot merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Kariernya dimulai di berbagai bidang operasional hingga kehumasan.
Ia pernah menjabat sebagai Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya pada 2013, Wadirsabhara Polda Bengkulu pada 2015, serta Kabag Produk Kreatif Romulmed Divhumas Polri pada 2019.
Kariernya menanjak ketika ia dipercaya menjadi Kabidhumas Polda Jawa Timur pada 2020 dan kemudian Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri pada 2022. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Karo Multimedia Divhumas Polri.
Berikut riwayat jabatan lengkap Irjen Gatot Repli Handoko:
- Gadik Madya SPN Polda Jatim
- Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Polda Jatim (2013)
- Wadirsabhara Polda Bengkulu (2015)
- Kabag Produk Kreatif Romulmed Divhumas Polri (2019)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri (2020)
- Kabidhumas Polda Jatim (2020)
- Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri (2022)
- Karo Multimedia Divhumas Polri (2022)
- Dosen Kepolisian Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri (2025).
Selain rekam jejak jabatan yang panjang, Gatot juga tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp100 juta berdasarkan LHKPN 2021 yang dilaporkan pada 3 Februari 2022.
Kekayaannya mencakup satu unit Mobil Suzuki tahun 2013 senilai Rp75 juta dan kas senilai Rp25 juta.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com dengan judul "Polri: Kami Ini Babu Masyarakat".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.