Awan Cumulonimbus di Bandung, Ini Ciri-Ciri dan Bahayanya saat Musim Pancaroba

awan cumulonimbus, ciri ciri awan cumulonimbus, awan cumulonimbus Bandung, bahaya awan cumulonimbus, awan badai musim pancaroba, awan cumulonimbus bmkg, fenomena awan di Bandung, kenapa awan cumulonimbus berbahaya, awan cumulonimbus hujan es, Awan Cumulonimbus di Bandung, Ini Ciri-Ciri dan Bahayanya saat Musim Pancaroba, Kenapa awan cumulonimbus muncul di musim pancaroba?, Bahaya awan cumulonimbus, Ciri-ciri awan aumulonimbus, Bisa berubah dari awan cumulus biasa, Catatan BMKG: waspada saat musim peralihan

Fenomena awan tebal disertai kilatan petir yang terlihat di langit Bandung dan Garut beberapa waktu lalu bikin warga heboh.

BMKG memastikan fenomena itu adalah awan cumulonimbus (CB) atau awan badai yang sering muncul di masa peralihan musim.

Kenapa awan cumulonimbus muncul di musim pancaroba?

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa awan CB terbentuk karena proses konveksi, yaitu pengangkatan massa udara hangat dari permukaan bumi ke atmosfer.

"Fenomena tersebut merupakan fenomena petir dalam awan atau intra-cloud (IC) yang terjadi pada proses pembentukan awan cumulonimbus," kata Teguh, dikutip BMKG, Selasa (23/9/2025).

Kondisi ini sering terjadi di musim pancaroba ketika:

  • Pagi hingga siang hari terasa panas dan terik
  • Sore menjelang malam turun hujan disertai petir atau angin kencang

BMKG menyebut hujan yang dipicu awan cumulonimbus biasanya tidak merata, tapi berintensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Bahaya awan cumulonimbus

Awan cumulonimbus bukan awan biasa. Keberadaannya erat kaitan dengan:

  • Petir dan kilat
  • Angin kencang
  • Puting beliung
  • Hujan es
  • Badai lokal dengan durasi singkat tapi intens

Di kawasan tropis, awan ini bisa menjulang lebih dari 18 kilometer ke atas atmosfer, bahkan menembus hingga lapisan stratosfer.

Ciri-ciri awan aumulonimbus

Dikutip Kompas.tv pada Selasa (23/9/2025), agar mudah dikenali, berikut tanda-tanda khas awan cumulonimbus:

  1. Bentuk – menjulang tinggi seperti bunga kol atau jamur raksasa, dengan dasar datar.
  2. Warna – putih cerah saat kena sinar matahari, tapi bisa berubah kelabu gelap jika tebal.
  3. Tinggi – bisa mencapai belasan kilometer dari permukaan bumi.
  4. Efek – sering disertai kilatan petir, hujan deras, hingga badai singkat.

Bisa berubah dari awan cumulus biasa

Menariknya, awan cumulonimbus biasanya terbentuk dari awan cumulus biasa yang berubah cepat akibat kondisi atmosfer labil.

Itu sebabnya, awan gumpal putih mirip kapas di siang hari bisa menjelma jadi awan badai di sore harinya.

Catatan BMKG: waspada saat musim peralihan

BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada di musim pancaroba.

Jika langit mulai dipenuhi awan gelap tinggi berbentuk gumpalan raksasa, sebaiknya segera mencari tempat aman dan hindari aktivitas di ruang terbuka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Ciri-Ciri Fenomena Awan Cumulonimbus, Kerap Muncul saat Musim Pancaroba.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.