Bukan 178 Pendaki, Ada 187 Orang yang Sempat Tertahan di Ranu Kumbolo
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluruskan data jumlah orang yang sempat tertahan di kawasan Ranu Kumbolo saat erupsi Gunung Semeru pada Rabu.
Total ada 187 orang, bukan 178 seperti diberitakan sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 129 merupakan pendaki, sementara sisanya terdiri dari saver, petugas TNBTS, porter, serta Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
"Kependakiannya 129 orang, kalau total semuanya 187 orang (bukan 178 orang seperti diberitakan sebelumnya, red) itu termasuk dengan saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Saat ini mereka sedang perjalanan menuju Ranupani," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, melalui siaran video yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, dikutip dari ANTARA.
Seluruh Pendaki Dipastikan Aman
Rudijanta memastikan seluruh pendaki dan pihak terkait berada dalam kondisi aman.
Tidak ada yang terdampak letusan karena material erupsi bergerak ke arah selatan hingga tenggara, sedangkan Ranu Kumbolo berada di sisi utara.
"Sedangkan posisi Ranu Kumbolo berada di sisi utara," ujarnya.
TNBTS mengimbau masyarakat serta calon pendaki untuk menaati penetapan zona bahaya yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Basarnas Bersiaga di Ranupani
Secara terpisah, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah bersiaga di Ranupani untuk menyambut rombongan pendaki yang dievakuasi.
"Evakuasi terkendali dan dikoordinasi oleh petugas (TNBTS) bersama rekan-rekan dari saver, aman semuanya," kata Endrip.
Menurut dia, perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Ranupani biasanya memakan waktu 2,5 hingga 4 jam. "Itu perjalanan normal," ujarnya.
Jalur Pendakian Semeru Ditutup Sementara
Menindaklanjuti erupsi yang terjadi, TNBTS resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Semeru. Keputusan itu tertuang dalam surat pemberitahuan Nomor PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025.
Penutupan mempertimbangkan rekomendasi PVMBG mengenai radius bahaya delapan kilometer dari puncak dan sektoral hingga 20 kilometer ke arah selatan–tenggara. Jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.