Erupsi Semeru, Pendaki yang Terjebak di Ranu Kumbolo Telah Dievakuasi

Seluruh pendaki yang sempat terjebak di Ranu Kumbolo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur telah divakuasi.
"Kemarin tidak bisa turun karena sudah malam, hari ini sudah turun semua ke Ranu Pani, itu laporan dari Taman Nasional update ke kami," kata Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Fadjar Hutomo saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/112025).
Termasuk, sambung Fadjar, enam di antara pendaki tersebut merupakan pihak Kementerian Pariwisata yang sedang shooting materi promo.
Seluruh pendaki sudah tiba di Ranu Pani dengan selamat.
Warga juga diminta untuk menghindari daerah aliran sungai, karena dikhawatirkan akan terjadi banjir lahar.
"Kami juga mengamplifikasi apa yang disampaikan pihak Taman Nasional, untuk menghindari daerah aliran sungai, karena takutnya ada banjir lahar setelah letusan kemarin. Materialnya banyak, takutnya hujan di sana."
Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Fadjar Hutomo saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).
Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (19/11/2025) Kabag TU Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Septi Eka Wardhani mengatakan sebanyak 178 pendaki terjebak di Ranu Kumbolo pada Rabu malam.Dari 178 pendaki yang terjebak, terdiri dari: 137 orang pendaki, seorang petugas, dua orang saver, tujuh orang Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), 15 orang porter, dan enam orang tim Kementerian Pariwisata.
Kata Septi, proses evakuasi tidak bisa dilakukan pada malam hari karena mempertimbangkan keamanan.
"Sore tadi teman-teman PPGST menyampaikan bahwa evakuasi malam tidak direkomendasikan karena risikonya sama, terutama karena gelap, licin, dan beberapa lokasi jalur rawan longsor," kata Septi.
Wisata pendakian Gunung Semeru ditutup
Saat ini, wisata pendakian Gunung Semeru (Ranu Kumbolo) telah ditutup sementara mulai 19 November 2025.
Penutupan dilakukan karena tingkat aktivitas Gunung Semeru meningkat dari level II (Waspada) ke level III (Siaga), kemudian naik ke level IV (Awas) per 19 November 2025 pukul 17.00 WIB.
"Kegiatan pendakian Gunung Semeru (Ranu Kumbolo) dinyatakan ditutup sejak pengumuman ini dikeluarkan sampai dinyatakan aman untuk kegiatan pendakian."
Pernyataan tersebut disampaikan okeh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam pengumuman resmi, yang telah Kompas.com konfirmasi, Rabu (19/11/2025) malam.
Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jumat (18/7/2025).
Lebih lanjut disampaikan, keputusan ini diambil mempertimbangkan rekomendasi radius bahaya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yaitu delapan kilometer dari puncak, dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Kata Rudijanta, bagi pendaki yang telah membeli tiket di laman resmi bromotenggersemeru.id, dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule).
"Mekanisme reschedule akan disampaikan pada kesempatan berikutnya," kata Rudijanta.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mematuhi rekomendasi zona bahaya dari PVMBG demi keamanan dan keselamatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.