Dedi Mulyadi Mediasi Konflik Tiga Kepala Desa untuk Benahi Banjir di Karawang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan untuk mendamaikan tiga kepala desa di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya terlibat perselisihan terkait proyek pengerukan aliran sungai.
Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani banjir di wilayah itu.
"Ketiga kepala desa di Karawang kini sudah bersepakat untuk bersama-sama menyelesaikan problem banjir di daerahnya masing-masing," kata Dedi Mulyadi di Karawang, Rabu (19/11/2025) dikutip dari Antara.
Tiga kepala desa yang bersitegang itu adalah Kades Purwadana E Heryana, Kades Wadas Jujun Junaedi, serta Kades Sukamakmur Dede Sudrajat.
Ketegangan dipicu oleh dugaan offset, yaitu ketika salah satu kades dianggap menjalankan proyek pengerukan sungai di luar wilayah administrasinya.
Apa Tujuan Proyek Pengerukan Sungai?
Program pengerukan aliran sungai di Telukjambe Timur merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melibatkan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur.
Kegiatan ini ditujukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi terutama saat curah hujan tinggi.
Karena adanya kesalahpahaman antar kades dalam pelaksanaan proyek, Gubernur Jabar kemudian memanggil mereka untuk berdialog dan membahas persoalan yang muncul di masing-masing wilayah.
Setelah pertemuan yang digelar di Karawang, Dedi menyampaikan bahwa ketiga kepala desa telah sepakat untuk berdamai.
Mereka juga berkomitmen untuk tidak mengulangi keributan serupa, terutama karena pemerintah kini memberikan mereka tugas langsung untuk mendukung percepatan program pengendalian banjir.
"Mereka tidak akan membuat keributan lagi karena ketiganya akhirnya ditugaskan untuk mengawal percepatan program Pemprov Jabar," ujar Dedi.
Apa Tugas Baru yang Diberikan kepada Para Kades?
Dalam rangka memastikan proyek berjalan efektif, Dedi memberikan mandat khusus kepada masing-masing kepala desa:
- Kades Sukamakmur ditugaskan melakukan pemantauan aliran air di sekitar Jalan Interchange Karawang Barat, termasuk mengidentifikasi bangunan liar yang berada di daerah aliran sungai.
- Kades Wadas menerima tugas untuk melakukan pembongkaran bangunan bermasalah serta memastikan proses penertiban berjalan aman dan tertib.
- Kades Purwadana ditugaskan merapikan saluran air di luar area, membangun pintu saluran, dan mengupayakan agar pihak Resinda memberikan izin akses jalan.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh tugas ini berfokus pada satu tujuan utama, yakni mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi keluhan warga di Telukjambe Timur.
Pemprov Jawa Barat memastikan bahwa koordinasi lintas desa akan terus dilakukan agar berbagai persoalan terkait tata ruang, drainase, dan pengelolaan lingkungan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.