Akhir Konflik Erika Carlina dan DJ Panda, Mediasi Damai Berujung Cabut Laporan
Konflik yang sempat menyita perhatian publik antara Erika Carlina dan DJ Panda akhirnya mencapai titik akhir. Setelah melalui proses komunikasi dan mediasi di luar jalur hukum, Erika resmi mencabut laporan dugaan pengancaman yang sebelumnya ia layangkan terhadap mantan kekasihnya tersebut. Keputusan ini menandai babak baru dalam hubungan keduanya, sekaligus mengakhiri polemik yang bergulir selama berbulan-bulan.
Erika Carlina, yang dikenal sebagai selebgram dan aktris, sebelumnya melaporkan DJ Panda alias Giovanni Surya Saputra ke Polda Metro Jaya pada 19 Juli 2025. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengancaman serta penyebaran data pribadi yang berdampak luas, termasuk bocornya informasi sensitif ke ruang publik. Namun, kini laporan tersebut telah dicabut oleh Erika. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
DJ Panda dan Erika Carlina
Pencabutan laporan itu dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Iskandarsyah, memastikan bahwa permohonan tersebut memang telah diajukan oleh pihak pelapor.
“Iya, benar (dicabut),” kata Iskandarsyah saat dikonfirmasi pada Senin 22 Desember 2025.
Menurut penjelasan kepolisian, langkah Erika mencabut laporan bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai melalui mediasi. Proses itu dilakukan di luar pengadilan dan menghasilkan kesepakatan bersama.
“Mereka sudah mediasi di luar, terjadi kesepakatan,” kata Iskandar.
Meski laporan telah diajukan untuk dicabut, proses administrasi hukum masih berjalan. Selain itu, kepolisian juga menerima permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice (RJ), yang menekankan pemulihan hubungan serta tanggung jawab moral pelaku.
“Suratnya masuk Jumat kemarin. Kami menerima pengajuan RJ dari pihak terkait dan saat ini sedang diproses,” ujarnya.
Sebelum keputusan damai ini diambil, DJ Panda sempat muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui kesalahannya, terutama terkait pengancaman yang dilakukan melalui grup WhatsApp serta penyebaran data pribadi Erika kepada penggemarnya.
“Saya atas nama Giovani Surya Saputra memohon maaf sebesar-besarnya kepada Erika Carlina,” ucap Panda saat ditemui di kawasan Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa 16 Desember 2025.
Ia juga menyadari bahwa tindakannya membawa dampak serius bagi Erika, termasuk teror pesan langsung yang diterima setelah informasi kehamilan korban tersebar luas.
“Saya baru menyadari dampak perbuatan saya setelah melihat reaksi publik atas rahasia kehamilan yang sebelumnya ditutupi oleh Erika,” kata Panda.
Lebih lanjut, Panda menyebut laporan polisi tersebut sebagai bentuk perlindungan seorang ibu terhadap anaknya.
“Laporan itu saya anggap sebagai bentuk perlindungan seorang ibu terhadap anaknya,” ujarnya.