Pemkot Makassar Siapkan Pelatihan untuk Cegah Tawuran di Tallo
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana meluncurkan program pembinaan dan pelatihan produktivitas untuk remaja di kawasan rawan bentrok, terutama di wilayah Tallo.
Tujuan utamanya adalah untuk mencegah terulangnya aksi tawuran yang selama ini sering terjadi.
Tawuran antarwarga di kawasan Tallo, yang terjadi pada Selasa (18/11/2025), menyebabkan satu orang tewas dan tujuh rumah terbakar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah pencegahan melalui pelatihan dan pembinaan untuk pemuda dan anak-anak di wilayah tersebut.
"Kami akan masuk ke dalam wilayah itu, untuk memberikan berbagai macam pola-pola pelatihan, sehingga ada kegiatan yang bermanfaat kepada anak-anak di situ," ujar Munafri dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).
Tantangan Usia Pelaku Tawuran
Munafri juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku tawuran berusia muda, dengan rentang usia antara 14 hingga 15 tahun.
Menurutnya, tantangan besar yang dihadapi adalah usia pelaku yang masih tergolong anak-anak. "Kadang-kadang yang mau diberikan pekerjaan (orang dewasa), tapi yang main anak-anak yang di bawah umur 15 tahun, 14 tahun ini," katanya.
Untuk itu, pemerintah merencanakan pendekatan pendidikan informal dan pelatihan keterampilan dasar untuk merespons kebutuhan tersebut.
Pendidikan Informal dan Pelatihan Keterampilan untuk Pemuda
Sebagai bagian dari upaya pencegahan tawuran, Pemkot Makassar menyiapkan sistem pendidikan informal yang dapat membantu para remaja di Tallo mendapatkan keterampilan yang berguna untuk mencari pekerjaan.
"Kita membuat sistem pendidikan informal yang ada di dalam situ, untuk merespon mereka yang nanti punya ijazah yang akan dibawa cari kerja," tambah Munafri.
Selain itu, Pemkot Makassar juga merencanakan pelatihan keterampilan yang langsung dapat dimanfaatkan untuk mencari penghasilan, seperti pelatihan cuci AC, bengkel motor, dan keterampilan praktis lainnya.
"Yang kita coba ada pelatihan-pelatihan yang langsung bisa mereka respon," tambah Wali Kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat ditemui disela-sela kegiatan Pemkot Makassar, Selalsa (18/11/2025)
Tawuran Pecah Sejak Senin Dini Hari
Tawuran antarwarga di kawasan Pekuburan Beroanging, Tallo, dimulai sejak Senin dini hari dan terus berlanjut hingga Selasa (18/11/2025).
Pada hari Selasa, kericuhan semakin memuncak setelah seorang warga, Nursam alias Civas (40), dilaporkan tewas akibat ditembak senapan angin di bagian kepala.
Tawuran susulan yang terjadi setelah kejadian tersebut menyebabkan massa semakin beringas, hingga membakar tujuh rumah dan dua motor milik warga setempat.
Polisi Diminta Segera Ungkap Pelaku Tawuran
Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Munafri Arifuddin meminta pihak kepolisian segera mengungkap pelaku yang terlibat dalam serangkaian tawuran yang terus berulang di kawasan Tallo.
"Saya sudah melakukan koordinasi dengan Polrestabes, saya sudah bicara dengan Pak Dansat Brimob untuk segera memastikan orang-orang yang terlibat itu, karena ini sudah merupakan tindakan kejahatan harus diproses lebih lanjut lagi," tegas Munafri.
Menurut Wali Kota, pelaku pemicu tawuran adalah orang yang sama yang kerap mengajak warga untuk terlibat bentrok. "Masa enggak ketahuan ini orang-orangnya dan itu-itu saja kan yang bermain di situ," ujar Munafri, menanggapi kejadian yang terus berulang.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Ratusan Prajurit TNI Dikerahkan Redam Tawuran Tallo Makassar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.