Jangan Panik! Jam Rolex Lecet Hingga Hermes Tanpa Box Ternyata Masih Bisa Dijual Mahal, Ini Triknya
Tas mewah tak lagi selalu identik dengan harga tinggi—terutama ketika kondisinya tak sempurna. Goresan kecil di jam tangan, tas tanpa kotak, atau perhiasan tanpa struk pembelian sering kali membuat nilai jualnya turun drastis. Namun, di tengah tren resale luxury yang terus berkembang, ada cara agar barang-barang ini tetap memiliki nilai tinggi di pasar.
Di pasar konvensional, produk seperti Hermes atau Rolex bisa kehilangan daya tarik jika tidak lengkap atau memiliki cacat fisik. Namun, realitas di pasar sekunder kini mulai berubah. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Kami menerima barang dalam kondisi apa pun. Pada dasarnya kami menerima jam tangan, tas, perhiasan, bahkan tanpa kotak maupun tanpa struk pembelian," ujar Daisuke Oya, Product Specialist ALLU dari Jepang, saat pembukaan store ALLU di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, mengutip keterangannya, Minggu 19 April 2026.
Artinya, faktor seperti kelengkapan bukan lagi satu-satunya penentu harga. Keaslian produk dan permintaan pasar justru menjadi variabel yang lebih dominan.

Trik Agar Nilai Jual Tetap Tinggi
Bagi pemilik barang mewah, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar harga tetap kompetitif meski kondisi tidak prima:
1. Pastikan Keaslian Terverifikasi
Autentikasi adalah kunci. Tanpa ini, bahkan produk terbaik pun bisa kehilangan nilai. Platform profesional biasanya memiliki tim ahli untuk memastikan keaslian, baik melalui pemeriksaan langsung maupun digital.
2. Pahami Mekanisme Harga Pasar
Berbeda dengan sistem tawar-menawar biasa, beberapa platform menggunakan mekanisme lelang internal. Dalam sistem ini, banyak pembeli akan bersaing memberikan penawaran terbaik.
"Karena banyak mitra yang tertarik mengikuti lelang kami, kami pada dasarnya memberikan harga sesuai pasar. Bahkan jika ekspektasi pelanggan lebih tinggi dan penawaran tertinggi dari mitra kami bisa menyesuaikan, kami dapat memberikannya," jelas Daisuke.
3. Jangan Tunggu Kondisi Sempurna
Menunda penjualan hanya untuk memperbaiki detail kecil belum tentu menguntungkan. Dalam banyak kasus, pasar lebih menghargai ketersediaan barang dibanding kondisi “nyaris baru”.
4. Pilih Platform dengan Privasi Terjaga
Bagi sebagian orang, menjual barang mewah adalah keputusan personal. Layanan premium dengan sistem one-on-one menjadi nilai tambah.
"Store kami premium. Pengecekan dilakukan langsung oleh ekspert, prosesnya cepat, dan pelayanannya one-on-one. Jadi pelanggan punya privasi. Ketika mereka menjual, tidak akan bertemu dengan pelanggan lain," kata Daisuke.
Tren Baru: Barang Lama Jadi Aset
Di tengah gaya hidup modern, tas atau jam tangan mewah kini tak lagi sekadar simbol status. Banyak yang mulai melihatnya sebagai aset likuid—barang yang bisa diuangkan dengan cepat saat dibutuhkan.
Hal ini diperkuat dengan meningkatnya minat terhadap pasar preloved luxury, termasuk model bisnis “jual putus” yang memungkinkan transaksi selesai dalam hitungan jam tanpa harus menunggu pembeli.
Bahkan di pasar global, nilai barang mewah bekas terus menunjukkan daya tariknya. Salah satu contohnya adalah lelang tas ikonik Hermès Birkin milik Jane Birkin yang pernah terjual hingga ratusan miliar rupiah.