Tawuran di Tallo Makassar, Mengapa Polisi Kesulitan Bubarkan Massa?
Polisi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghadapi kendala serius saat membubarkan tawuran antarwarga di Kecamatan Tallo.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, menyebut minimnya dukungan dari masyarakat kerap menghambat proses penindakan.
“Beberapa kali kita terlibat pembubaran tawuran, sering kali kita mendapatkan perlawanan dari warga sekitar, termasuk dari ibu-ibu yang menghambat pengamanan,” kata Devi, Selasa (18/11/2025).
Patroli Polisi Diserang Saat Cegah Tawuran
Devi menambahkan, pada Senin (17/11/2025) malam aparat sempat diserang saat melakukan patroli untuk mencegah tawuran yang kembali pecah.
“Polisi selalu hadir mencegah, walaupun di dalam proses itu kita kadang mendapatkan perlawanan dari pihak yang melakukan tawuran-tawuran tersebut,” ujarnya.
Meski ratusan personel disiagakan di titik rawan, Devi menekankan bahwa situasi tidak akan membaik tanpa kesadaran masyarakat untuk menghentikan aksi tawuran.
“Kita berharap semua turut menjaga daerah tempat tinggal kita. Karena yang bisa menghentikan tawuran itu sendiri adalah keinginan dari masyarakat. Itu yang paling utama,” tambahnya.
Tawuran Sebabkan Kebakaran 7 Rumah di Pekuburan Beroanging
Kericuhan tawuran di kawasan pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Selasa (18/11/2025) siang, mengakibatkan tujuh rumah semi permanen terbakar habis.
Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami hambatan karena banyaknya massa yang terlibat saling serang.
Dikutip dari pantauan Kompas.com, selain tujuh rumah, dua unit sepeda motor juga dibakar massa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, menjelaskan kesulitan menjangkau lokasi kebakaran.
"Iya betul (terhalang), karena memang lalu lintas pada saat itu juga padat sekali untuk menuju lokasi akibat kejadian tawuran. Untuk informasi sementara, rumah itu ada tujuh petak di situ (terbakar)," kata Fadli ditemui di lokasi.
15 Armada Damkarmat Dikerahkan Padamkan Api
Fadli menyebut pihaknya menurunkan 15 armada Damkarmat Makassar untuk memadamkan api.
“Untuk armada yang diluncurkan ini, kami meluncurkan ada empat regu Ratulangi (Mako Damkarmat) dan satu regu dari Ujung Tanah. Kisaran jumlahnya itu 13 sampai 15 armada,” jelasnya.
Menurut Fadli, dugaan penyebab kebakaran terkait dengan aksi tawuran. “Untuk informasi terkait dengan penyebabnya, kemungkinan besar ini dilakukan dengan sengaja. Karena di lokasi juga ada temuan terkait dengan jeriken yang berisikan bahan bakar dan pada saat tawuran berlangsung banyak ledakan petasan juga,” ungkapnya.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Polisi Diserang saat Bubarkan Tawuran di Tallo Makassar, Ibu-ibu Ikut Hambat Penangkapan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.