Gempa Jogja Hari Ini Mengguncang Tiga Kali, Terkuat Magnitudo 4,6

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa hari ini pada Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas gempa tercatat terjadi sebanyak tiga kali sejak sore hingga malam hari.
Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa Jogja tersebut.
Gempa Jogja Terjadi Tiga Kali
Gempa Jogja pertama tercatat terjadi pada pukul 15.51 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,6. Episenter gempa berada di laut, sekitar 106 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman 10 kilometer.
"Dirasakan di Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul, Pacitan (dirasakan skala) II-III MMI, Sleman, Kulon Progo, Wonogiri (dirasakan skala) II MMI," tulis akun X @bmkgjogja.
Tak berselang lama, gempa Jogja kedua kembali terjadi pada pukul 16.41 WIB. Berdasarkan catatan BMKG, gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 2,5.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 103 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman mencapai 21 kilometer.
Sementara itu, gempa Jogja ketiga terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 19.21 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 2,8.
"Lokasi 8.83LS, 110.32 BT (98 km barat daya Gunungkidul, kedalaman 26 km," tulis akun X @infoBMKG.
Tidak Berpotensi Tsunami
Terkait gempa pertama, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, dalam keterangannya menyebut hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 4,6.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.88 LS; 110.24 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 106 kilometer arah barat daya Gunungkidul, DIY dengan kedalaman 10 kilometer.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif di laut," kata dia, dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, gempa bumi ini dirasakan di Gunungkidul, Bantul, Yogyakarta, Pacitan dengan skala intensitas II-III MMI.
Sementara di Sleman, Kulon Progo, dan Wonogiri dirasakan dengan skala intensitas II MMI.
Kepala Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Winarta menyampaikan, sementara ini pihaknya belum mendapatkan laporan dampak kerusakan akibat gempa. Namun demikian, BPBD tetap melakukan monitoring.
"Sementara masih aman, kita tetap pantau," tukasnya.
Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang