Bos Danantara Akui Sempat Tidak Tahu Berapa Jumlah Pasti Perusahaan BUMN

COO Danantara, Dony Oskaria
COO Danantara, Dony Oskaria

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menempuh langkah sistematis untuk restrukturisasi atau perbaikan tata kelola BUMN. Langkah sistematis itu antara lain dimulai dengan memastikan data jumlah seluruh perusahaan secara akurat.

"Pada saat awal dihitung, angkanya berubah-ubah, mulai dari 888, kemudian 900, 972, 1.000, hingga 1.077. Akhirnya sekarang kami sudah punya angka yang benar," kata Dony dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” ujarnya.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria

Pendataan serta konsolidasi terpadu terhadap seluruh entitas perusahaan, menjadi fondasi utama sebelum mengeksekusi restrukturisasi besar-besaran BUMN guna mengoptimalkan aset negara.

Setelah memegang data portofolio yang tervalidasi dengan baik, Dony menjelaskan bahwa agenda selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi BUMN secara menyeluruh dan mendalam.

Dia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola perusahaan pelat merah tidak boleh hanya terfokus pada penyelesaian masalah keuangan semata.

Menurutnya, langkah restrukturisasi BUMN tidak sekadar tentang financial restructuring, melainkan harus secara beriringan dengan pelaksanaan business restructuring agar perusahaan benar-benar sehat hingga ke akar operasional dan model bisnisnya.

“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” ujar Dony.

Sebagai contoh konkret dari pendekatan komprehensif tersebut, Dony menyoroti proses perbaikan yang dilakukan pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Restrukturisasi pada perusahaan baja nasional itu dipastikan tidak hanya berpusat pada penataan ulang beban utang atau struktur pendanaannya, tetapi juga difokuskan pada perombakan model bisnis perusahaan agar kembali efisien, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Langkah sistematis dan menyeluruh ini mampu membangkitkan BUMN yang tadinya merugi menjadi untung. Krakatau Steel yang untung sekitar Rp 5 triliun. (Ant).