Gunung Ruang Berstatus Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

Badan Geologi, Gunung Ruang, erupsi Gunung Ruang, Sulawesi Utara, erupsi gunung ruang, bahaya Gunung Ruang, radius bahaya gunung ruang, Gunung Ruang Berstatus Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa saat ini ada potensi bahaya Gunung Ruang meliputi erupsi, yang bisa memuntahkan material pijar, abu vulkanik, hingga lahar, apabila hujan deras turun di sekitar gunung.

“Potensi bahaya saat ini berupa erupsi yang menghasilkan lontaran material pijar dan paparan abu vulkanik, yang bergantung pada arah dan kecepatan angin serta lahar, bila hujan deras turun di sekitar Gunung Ruang,” ujar Wafid seperti dikutip Antara, Selasa (11/11/2025).

Aktivitas vulkanik dan gempa Gunung Ruang

Dalam laporan Badan Geologi disebutkan, sejak 4 Juli 2025, aktivitas vulkanik mulai terdeteksi setelah stasiun RUA3 kembali berfungsi dan mengirimkan data ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ruang secara normal.

31 Oktober 2025, tercatat 18 kali gempa vulkanik dangkal atau rata-rata 0-2 kali per hari.

Aktivitas di Gunung Ruang ini, kata Wafid, berkaitan dengan pergerakan magma menuju permukaan.

Sebelumnya, Badan Geologi juga melaporkan terjadinya lebih dari 15 kali gempa vulkanik dalam periode pemantauan sebelumnya, menandakan adanya peningkatan aktivitas di perut gunung.

Status Gunung Ruang dan imbauan untuk warga

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, Gunung Ruang kini berada pada status Level II atau Waspada.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat kawah aktif sebagai zona larangan aktivitas.

Selain itu, warga diimbau tetap menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan.

“Masyarakat juga diimbau selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan,” kata Wafid.

Ia menambahkan, masyarakat yang berada di luar radius dua kilometer diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu-isu tidak benar tentang erupsi Gunung Ruang, dan terus memantau informasi resmi dari Badan Geologi melalui aplikasi Magma Indonesia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.