Hujan Lebat hingga Gelombang Tinggi, BMKG Minta Warga Banten Waspada Cuaca Ekstrem 48 Jam ke Depan

BMKG, cuaca ekstrem, puncak musim hujan, bmkg, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, prakiraan cuaca Banten, Hujan Lebat hingga Gelombang Tinggi, BMKG Minta Warga Banten Waspada Cuaca Ekstrem 48 Jam ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Provinsi Banten.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan potensi gelombang tinggi di perairan sekitar wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto, dalam keterangannya di Lebak, Jumat (7/11/2025), menjelaskan bahwa kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan aktivitas awan hujan di beberapa wilayah Banten. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung pada 7 hingga 8 November 2025.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan berdurasi lama yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Hartanto dikutip dari Antara.

Wilayah Mana Saja yang Berisiko Terdampak?

Berdasarkan analisis BMKG, hujan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi lama berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, serta Kabupaten Serang bagian barat dan selatan.

Daerah-daerah ini merupakan kawasan dengan topografi yang bervariasi dan memiliki potensi besar terhadap pergerakan massa udara lembap dari Samudra Hindia.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat diperkirakan akan melanda wilayah Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

“Meski berdurasi singkat, hujan lebat di kawasan padat penduduk ini tetap berpotensi menimbulkan genangan air dan pohon tumbang,” tambah Hartanto.

Bagaimana Kondisi Laut di Sekitar Banten?

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk berhati-hati terhadap kondisi gelombang tinggi di sekitar perairan Banten.

Berdasarkan pemantauan, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah titik, termasuk Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Banten, dan Samudra Hindia selatan Banten.

Kondisi tersebut termasuk dalam kategori tinggi dan dapat membahayakan kapal nelayan maupun kapal berukuran kecil.

“Kami mengimbau agar masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut,” ujar Hartanto dalam pernyataannya.

BMKG menilai bahwa kombinasi antara curah hujan tinggi dan angin kencang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Selain itu, sistem drainase yang tidak optimal juga berpotensi memperparah genangan di kawasan perkotaan.

Wilayah dengan topografi curam seperti di Kabupaten Lebak dan Pandeglang bagian selatan perlu mendapat perhatian khusus.

Di sisi lain, kawasan perkotaan di Tangerang Raya juga diimbau untuk menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG meminta masyarakat untuk aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, media sosial @infobmkg dan @bmkgwilayah2, serta aplikasi InfoBMKG,” jelas Hartanto.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.