Gunung Karangetang Sulut Berstatus Waspada, Warga Siau Dilarang Masuk Zona Bahaya

Gunung Karangetang, guguran lava, awan panas, Pulau Siau, Sulawesi Utara, gunung karangetang, sulut, zona bahaya, Gunung Karangetang Sulut Berstatus Waspada, Warga Siau Dilarang Masuk Zona Bahaya, Waspada Terhadap Guguran Lava dan Awan Panas, Pengingat Keamanan dan Zona Bahaya, Catatan Aktivitas Gunung Karangetang, Gunung Karangetang: Gunung Api Paling Aktif di Indonesia

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karengetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang saat ini dinilai belum stabil, dan ada potensi material lava yang sebelumnya menumpuk dapat runtuh, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya, usai terjadinya satu kali gempa guguran pada Minggu (23/11/2025).

Waspada Terhadap Guguran Lava dan Awan Panas

Yudia P Tatipang, petugas PGA Karengetang, menjelaskan bahwa masyarakat di sekitar kawasan Gunung Karangetang harus tetap waspada terhadap bahaya yang dapat timbul dari aktivitas gunung tersebut. 

“Waspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh,” ungkapnya di Manado pada Minggu (23/11), dikutip Antara. 

Ia juga menambahkan bahwa, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Karangetang, tercatat satu kali gempa guguran pada periode Sabtu, (23/11/2025). 

Gempa tersebut diindikasikan sebagai runtuhnya material vulkanik yang berasal dari kawah utama (selatan).

Pengingat Keamanan dan Zona Bahaya

Tatipang mengingatkan warga untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar lereng atau kali, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang.

"Warga diharapkan berhati-hati apabila melalukan aktivitas di sekitar lereng, sungai-sungai, atau kali, termasuk warga yang tinggal di sekitar kali," kata dia.

Selain itu, warga dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam zona prakiraan bahaya yang telah ditetapkan. 

Zona ini mencakup radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan), serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan selatan sejauh 2,5 kilometer.

Tatipang menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai-sungai tersebut, mengingat potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang bisa mengalir hingga ke pantai.

Catatan Aktivitas Gunung Karangetang

Pada periode pemantauan terbaru, aktivitas seismik Gunung Karangetang tercatat cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 109 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2-50 milimeter dan durasi 23-51 detik.

Selain itu, terjadi juga tremor harmonik sebanyak 12 kali dengan amplitudo antara 4-40 milimeter dan durasi 37-91 detik, serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7-30 milimeter.

Meskipun demikian, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Gunung Karangetang di Pulau Siau pada Level II (Waspada).

Gunung Karangetang: Gunung Api Paling Aktif di Indonesia

Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tercatat sebagai gunung api paling aktif di Indonesia. 

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Badan Geologi ESDM, gunung yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut ini sering mengalami erupsi hampir setiap tahun. 

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: . 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.