Erick Thohir Copot Nova Arianto dari Timnas U-17, Apa Alasannya?

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto (foto: Dede Idrus)
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto (foto: Dede Idrus)

 Perjalanan Nova Arianto bersama Timnas Indonesia U-17 resmi berakhir usai Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan, pelatih berusia 45 tahun itu akan digantikan sosok baru setelah turnamen.

Namun, keputusan ini bukan bentuk evaluasi negatif, melainkan promosi. Nova Arianto akan naik kelas menjadi pelatih Timnas Indonesia U-20.

Erick Thohir menyebut langkah ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Nova membangun fondasi kuat di skuad Garuda Muda dan menjadi bagian dari blueprint pembinaan sepak bola nasional jangka panjang.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Piala Dunia U-17 Jadi Laga Terakhir Nova Arianto

PSSI memastikan Piala Dunia U-17 2025 menjadi turnamen terakhir Nova Arianto bersama Timnas Indonesia U-17. Garuda Muda menutup fase grup dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Honduras di Aspire Zone, Doha, Senin malam, 10 November 2025.

Meski menang, Indonesia hanya mengoleksi tiga poin dari tiga laga dan finis di peringkat ketiga Grup H. Posisi ini masih menyisakan peluang tipis untuk lolos ke babak 32 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik, tergantung hasil dari grup lain.

Hasil Lengkap Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2025

Berikut rangkuman hasil laga Timnas Indonesia U-17 di Grup H:

  • Laga pertama: kalah 1-3 dari Zambia pada 4 November 2025
  • Laga kedua: kalah 0-4 dari Brasil pada 7 November 2025
  • Laga ketiga: menang 2-1 atas Honduras pada 10 November 2025

Kemenangan atas Honduras menjadi momen penting yang menutup perjalanan Nova dengan manis. Gol Indonesia dicetak oleh Evandra Florasta melalui penalti dan Fadly Alberto lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.

Erick Thohir: Coach Nova Naik Kelas

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan mencopot Nova Arianto bukan karena hasil buruk. Sebaliknya, langkah itu diambil sebagai promosi karena Nova dianggap berhasil menjalankan tugasnya di level U-17.

“Coach Nova adalah salah satu pelatih terbaik yang Indonesia punya saat ini. Sudahkah berhasil? Berhasil,” ujar Erick dalam keterangan resminya, Sabtu (25/10/2025).

“Blueprint sepak bola kita menuju Piala Dunia 2031, tapi Nova sudah menunjukkan progres cepat. Karena itu, dia kami promosikan ke U-20,” lanjutnya.

Nova akan menggantikan posisi Frank van Kempen yang sebelumnya menangani Timnas U-20. Van Kempen diberhentikan bersamaan dengan Patrick Kluivert dari tim senior setelah evaluasi kinerja.

Tantangan Berat Menanti Pelatih Baru Timnas U-17

Dengan promosi Nova ke U-20, kursi pelatih Timnas Indonesia U-17 akan segera diisi sosok baru. PSSI disebut tengah mencari kandidat yang memahami filosofi pembinaan jangka panjang dan bisa melanjutkan pondasi yang telah dibangun.

Pelatih baru nanti akan menghadapi tantangan besar, yakni membawa Indonesia kembali lolos ke Piala Dunia U-17 edisi 2026. Selain itu, regenerasi pemain muda juga menjadi fokus agar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) semakin produktif mencetak talenta berbakat.

Nova Arianto, Sosok di Balik Fondasi Garuda Muda

Sebelum menjadi pelatih U-17, Nova Arianto merupakan asisten Shin Tae-yong di tim senior dan U-23. Ia dikenal dengan pendekatan disiplin dan kemampuan membangun karakter pemain muda.

Beberapa nama seperti Arkhan Kaka, Mierza Firjatullah, dan Evandra Florasta berkembang di bawah bimbingannya. Nova juga dikenal dekat dengan para pemain dan aktif memotivasi mereka di dalam maupun luar lapangan.

Kedekatan itu membuat banyak pihak menilai Nova layak naik kelas ke tim U-20, mengingat pengalamannya sudah mencakup pembinaan usia muda hingga asistensi di level internasional.

Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia U-17 2025

Berikut hasil akhir Grup H yang menjadi panggung terakhir Nova Arianto di Timnas U-17:

  • Peringkat 1: Brasil – 7 poin
  • Peringkat 2: Zambia – 7 poin
  • Peringkat 3: Indonesia – 3 poin
  • Peringkat 4: Honduras – 0 poin

Brasil dan Zambia lolos otomatis ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia menunggu hasil grup lain untuk mengetahui peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.

Harapan PSSI untuk Era Baru Timnas Muda

Erick Thohir berharap promosi Nova menjadi pelatih U-20 dapat menjaga kesinambungan filosofi permainan di antara tim-tim kelompok usia. Ia menegaskan pentingnya sistem pembinaan berjenjang, bukan hanya bagi pemain, tapi juga untuk pelatih lokal.

“Kami ingin pembinaan yang berjenjang, agar dari U-17 ke U-20 hingga ke senior memiliki pola permainan yang sama. Coach Nova adalah contoh pelatih lokal yang progresif,” ujar Erick.

Dengan pengalaman di tim nasional dan visi pembinaan jangka panjang, Nova diharapkan dapat membawa Timnas Indonesia U-20 lebih kompetitif di level Asia dan dunia.