2 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dalam Perawatan Intensif di Rumah Sakit
Dua korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kedua korban mengalami luka parah dan masih dirawat di dua unit perawatan intensif.
Perawatan Intensif di HCU dan ICU
Menurut Direktur RSIJ, Dr. Pradono Handojo, kedua korban saat ini dirawat di 'High Care Unit' (HCU) dan 'Intensive Care Unit' (ICU) dengan kondisi tanda-tanda vital yang stabil.
“Baik yang dirawat di HCU maupun di ICU, kondisi tanda vitalnya stabil,” ujar Dr. Pradono pada Ahad (8/11/2025), dikutip Antara.
Namun, ia menambahkan bahwa kondisi keduanya belum memungkinkan untuk dipindahkan ke ruang inap, dan proses pemantauan terus dilakukan oleh tim medis.
Pihak Rumah Sakit Fokus pada Penanganan Semua Korban
Dr. Pradono menjelaskan bahwa rumah sakit fokus pada perawatan semua korban, baik yang terduga sebagai pelaku maupun korban lainnya.
Meskipun ada dugaan bahwa salah satu korban adalah terduga pelaku peledakan, pihak rumah sakit tidak memiliki otoritas untuk mengungkapkan detail terkait hal tersebut. yang menjadi kewenangan Polri.
Korban Lainnya Diharapkan Dapat Pulang dalam Waktu Dekat
Sementara itu, 11 orang lainnya yang masih dirawat di paviliun atau ruang rawat inap diharapkan dapat pulang dalam waktu tiga hingga lima hari, tergantung pada kondisi dan asesmen medis dari dokter.
"Jadi kami sampaikan, semua yang dirawat di RSIJ Cempaka Putih kondisinya stabil dan membaik," kata Dr. Pradono.
Dari 96 korban yang dirawat akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta, total 68 orang sudah pulang ke rumah setelah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sebanyak 28 orang masih menjalani perawatan, dengan 13 orang dirawat di RSIJ Cempaka Putih, 14 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina Jaya.
Pembelajaran Daring di SMAN 72 Jakarta Pasca Ledakan
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengumumkan bahwa pembelajaran di SMAN 72 Jakarta akan dilaksanakan secara daring (PJJ) mulai Senin (10/11/2025).
Keputusan ini diambil karena lingkungan sekolah masih disterilisasi oleh polisi pasca peristiwa ledakan.
“Kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring hingga kondisi sekolah dinyatakan aman dan bisa digunakan kembali,” kata Nahdiana dalam keterangannya pada Minggu (9/11/2025).
Pendampingan Psikologis untuk Siswa SMAN 72 Jakarta
Selain itu, prioritas utama saat ini adalah pemulihan mental siswa setelah kejadian tersebut.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan pendampingan psikologis bagi siswa akan dilakukan melalui wali kelas dan psikolog untuk membantu proses pemulihan pasca-trauma.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.