Didesak Mundur dari Ketum PSSI, Erick Thohir: Beri Saya Kesempatan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Ketua Umum PSSI Erick Thohir

 Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara soal desakan mundur yang ramai dilontarkan netizen usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. 

Dalam tayangan YouTube Bukan Kaleng Kaleng yang dirilis Selasa 4 November 2025 Erick menegaskan tak akan buru-buru angkat kaki dari jabatannya.

“Saya ini terpilih lewat voters, dari daerah dan klub. Jadi jangan membangun scapegoat. Kita semua harus mau mengakui kesalahan,” kata Erick Thohir tegas.

Erick menegaskan dirinya akan tetap memimpin PSSI hingga masa jabatannya berakhir pada 2027, sesuai mandat hasil Kongres Luar Biasa pada Februari 2023 yang mengantarkannya menggantikan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Erick juga menyinggung soal keberadaan kantor FIFA di Jakarta, yang disebutnya sebagai bagian dari langkah transformasi sepak bola nasional.

“Waktu itu ada kesepakatan antara pemerintah dan FIFA. Kenapa kantor FIFA ada di sini? Karena memang kita sedang melakukan transformasi,” ujarnya.

Menurut Erick, jabatan sebagai Ketua Umum PSSI adalah amanah besar yang harus ia jaga hingga selesai.

“Ya amanah ini harus saya pertanggungjawabkan. Pada 2027 nanti ada pemilihan lagi, silakan siapa pun mau maju,” ujar mantan Presiden Inter Milan itu.

Erick meminta publik tidak serta-merta menuding dan menuntut mundur, melainkan memberi ruang bagi PSSI untuk bekerja dengan segala keterbatasan.

“Tapi beri kesempatan kami bekerja. Saya juga tidak mau merasa paling benar. Manusia pasti punya salah,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa PSSI di bawah kepemimpinannya terus bekerja keras, meski hasil belum maksimal.

“Yang penting kontinuitas dan kerja keras. Saya terbuka kok, nanti 2027 ada pemilihan lagi, silakan,” tambahnya.

Erick menegaskan dirinya bukan tipe pemimpin yang anti kritik. Ia bahkan mengaku terbuka terhadap saran dan masukan publik.

“Orang saya ini bagian dari masyarakat sepak bola. Masa saya menutup kuping? Enggak mungkin. Saya selalu mendengar kritik, saran, dan masukan. Saya tipe orang yang terbuka,” jelasnya.

Menanggapi derasnya tagar #ErickOut di media sosial, Erick mengaku tidak tersinggung. Sebaliknya, ia menganggapnya sebagai bentuk evaluasi dan introspeksi diri.

“Enggak apa-apa, itu jadi introspeksi diri. Masa kita jadi keras kepala? Justru kita harus dengar, oh mungkin ada koreksi yang perlu dilakukan,” katanya.

Erick juga mengungkap bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, demi membenahi sistem sepak bola Indonesia.

“Saya terbuka. Saya minta maaf kalau ada kekurangan. Tapi saya terus berusaha menyusun ulang dengan segala masukan dan kritik itu,” pungkas Erick, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.