Top 44+ Siswa Jadi Korban Atap Sekolah Ambruk di Bogor, KDM Tanggung Biaya Pemulihan dan Janji Bangun Kembali

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, atap sekolah ambruk, sekolah ambruk di Bogor, SMKN 1 Gunung Putri, siswa korban sekolah ambruk, 44 Siswa Jadi Korban Atap Sekolah Ambruk di Bogor, KDM Tanggung Biaya Pemulihan dan Janji Bangun Kembali

 Kondisi puluhan siswa yang menjadi korban luka akibat ambruknya ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kini mulai membaik.

Sebagian besar siswa yang sempat dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi oleh tim medis.

"Korban yang tadi diinformasikan di beberapa rumah sakit, Alhamdulillah sebagian sudah pulang," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (3/11/2025).

Bagaimana kondisi korban saat ini?

Yudi menjelaskan, sebanyak 22 siswa yang sempat dibawa ke Puskesmas Gunung Putri seluruhnya telah diobservasi dan diperbolehkan pulang.

Dari 18 siswa yang dibawa ke RS Kenari, 17 di antaranya juga sudah pulang. Sementara itu, satu siswa masih dirawat di RS Hermina dan tiga siswa lainnya di RSUD Cileungsi.

"Jadi hanya tinggal beberapa orang yang sampai dengan malam ini korban ada di beberapa rumah sakit, berarti hanya sekitar lima orang," jelas Yudi.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, dan sejumlah instansi lain masih berada di lokasi untuk menyisir barang-barang siswa yang tertinggal di ruang kelas.

Yudi menambahkan, kepastian mengenai aktivitas belajar besok akan dibicarakan dengan pihak sekolah.

“Kalau besok sekolah seperti apa, mungkin nanti dengan kepala sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyebut sebanyak 44 siswa mengalami luka-luka akibat ambruknya atap ruang kelas.

Para korban telah dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan, yakni 22 siswa ke Puskesmas Gunung Putri, 18 siswa ke RS Kenari, dua siswa ke RSUD Cileungsi, dan dua siswa ke RS Hermina.

“Korban luka berat lima orang, luka ringan sampai sedang itu 39 orang. Semua sudah dievakuasi,” kata Kurnia di lokasi.

Apa penyebab atap sekolah bisa ambruk?

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, atap sekolah ambruk, sekolah ambruk di Bogor, SMKN 1 Gunung Putri, siswa korban sekolah ambruk, 44 Siswa Jadi Korban Atap Sekolah Ambruk di Bogor, KDM Tanggung Biaya Pemulihan dan Janji Bangun Kembali

Kondisi atap bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang rusak akibat angin kencang pada Senin (3/11/2025). Tim gabungan BPBD melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Atap ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri ambruk pada Senin (3/11/2025) siang. Berdasarkan hasil sementara di lapangan, insiden tersebut terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang dan tumbangnya pohon besar di sekitar sekolah.

Pohon tersebut menimpa salah satu kelas dan menyebabkan rangka baja ringan yang saling terhubung ikut roboh.

“Jadi tertimpa pohon dulu baru semuanya roboh. Sebetulnya atapnya saja, yang rangkaian atap memang karena itu baja ringan, ngikat jadi semuanya roboh,” tutur Yudi.

Pantauan di lokasi menunjukkan area sekitar ruang kelas yang ambruk dipenuhi puing-puing dan batang pohon besar.

Petugas gabungan kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk menghindari risiko tambahan karena kondisi bangunan yang masih rawan.

Pada saat kejadian, sebagian besar siswa sudah berada di luar kelas karena kegiatan belajar telah selesai. Namun, masih ada beberapa siswa yang menunggu hujan berhenti di dalam ruangan.

“Jadi sebagian sudah pulang, sebagian ada yang masih istirahat menunggu hujan,” tambah Yudi.

Apa langkah pemerintah daerah setelah kejadian?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan seluruh biaya pemulihan kesehatan siswa akan ditanggung oleh pemerintah provinsi, dan pembangunan kembali sekolah akan segera dilakukan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap seluruh peristiwa tersebut dan seluruh siswanya kami bertanggung jawab terhadap pemulihan kesehatannya," ujar Dedi.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting terkait banyaknya sekolah di Jawa Barat yang masih memiliki bangunan dengan kualitas di bawah standar.

“Salah satu pekerjaan rumah di Jawa Barat adalah banyaknya sekolah menengah kejuruan atau SMA yang kualitas pembangunannya di bawah standar. Sehingga ketika ada angin kencang dan hujan deras, hal ini berakibat pada robohnya sekolah tersebut,” jelasnya.

Pemprov Jabar, menurut Dedi, akan segera membangun kembali ruang-ruang kelas yang rusak dengan konstruksi yang lebih berkualitas dan aman.

“Dalam waktu cepat kami ingin membangun kembali sekolah tersebut dengan ruang kelas yang lebih berkualitas,” ucapnya.

Atas kejadian ini, Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak sekolah. Ia memastikan seluruh langkah penanganan darurat telah dilakukan sejak laporan pertama diterima.

“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas musibah tersebut. Saya ucapkan terima kasih dan hari ini Kepala Dinas Pendidikan sedang menuju lokasi,” pungkasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "5 Siswa Luka Berat Masih Dirawat dan Puluhan Lainnya Boleh Pulang Usai Ruang Kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.