Baru 2 Bulan Dibangun, Gedung Majelis Taklim di Bogor Ambruk, 4 Orang Tewas

Gedung dua lantai Majelis Taklim Ashobiyyah di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.
Insiden ini terjadi saat ratusan jemaah menghadiri pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dari total sekitar 400 orang yang hadir, 150 jemaah berada di dalam gedung, didominasi oleh kaum ibu.
Bangunan baru tersebut ternyata baru digunakan sejak Juni 2025, atau sekitar dua bulan sebelum peristiwa nahas ini. Gedung itu dibangun setelah Idul Fitri 2025.
Ambruk Saat Pengajian Berlangsung
Menurut keterangan saksi, acara pengajian sempat berlangsung sekitar satu jam sebelum lantai dua gedung tiba-tiba ambruk.
Jemaah di lantai dua terjatuh dan tertimpa material bangunan, sementara mereka yang berada di lantai satu juga terkena puing berupa genteng, kayu, dan tiang bangunan.
“Memang musibah dari Allah Ta’ala. Adapun dibilang jemaah membludak, ya mungkin. Karena kapasitas majelis kami di sini untuk menampung 150 orang,” ujar Ustaz Zulpaldi Harahap, Pimpinan Majelis Taklim Ashobiyyah.
Ia menambahkan, jumlah jemaah yang hadir memang mencapai sekitar 400 orang, namun sebagian besar berada di luar gedung.
“Bangunan ini saya bangun setelah Lebaran kemarin. Berarti hitung-hitungan kita pergunakan ya baru empat bulan atau tiga bulan. Kalau untuk digunakan, dua tiga bulan,” jelasnya.
Korban Meninggal dan Luka
Lokasi bangunan majelis taklim yang ambruk di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada 89 korban akibat ambruknya gedung majelis taklim tersebut. Rinciannya, empat wanita meninggal dunia dan 85 orang mengalami luka-luka.Identitas korban meninggal yaitu:
- Irni Susanti, dilarikan ke RS Medika Dramaga
- Wulan, dilarikan ke RS PMI Bogor
- Nurhayati, dilarikan ke RS PMI Bogor
- Yuli, dilarikan ke RS Ummi Bogor
Sementara korban luka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Kota Bogor, RS Medika Dramaga, dan RS PMI. Tercatat 50 orang mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Kesaksian Korban Selamat
Sejumlah korban selamat menceritakan detik-detik ambruknya bangunan baru tersebut.
Nining (45), salah satu korban selamat, mengaku sempat tertimbun puing dengan posisi terlentang.
“Posisi saya di dalam majelis. Jadi numpuk kayak ikan. Bawah saya ada, terus atasnya saya. Saya tertimpa beton besi,” katanya.
Ia diselamatkan oleh anaknya yang lebih dulu keluar dari reruntuhan.
“Alhamdulillah saya dan anak saya cuma lebam. Anak saya juga lagi hamil, alhamdulillah selamat. Tapi saudara saya patah tangannya,” ungkapnya.
Korban selamat lainnya, Euis (35), mengatakan peristiwa itu berlangsung sangat cepat tanpa tanda-tanda bangunan akan roboh.
tiba aja, enggak ada kretek-kretek, langsung ambruk aja gitu. Pas kejadian yaudah nge-blank aja, ada teriakan ibu-ibu, ada pada zikir gitu,” ujarnya.
Euis sendiri mengalami patah tangan dan luka di bibir akibat tertimpa reruntuhan.
Menag Nasaruddin Umar: Pembelajaran untuk Semua
Menteri Agama Nasaruddin Umar datang langsung membesuk para korban luka di RSUD Kota Bogor. Ia menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Saya mohon kepada semuanya, kita mendoakan. Ini pembelajaran buat kita semuanya, jangan sampai terulangi kejadian seperti ini lagi di tempat lain dimanapun juga,” ujarnya.
Nasaruddin juga berharap para korban meninggal mendapat derajat syahid karena musibah ini terjadi saat pengajian.
“Niatnya bagus memperingati Maulid Nabi, tapi di luar dugaan ini terjadi. Mudah-mudahan semuanya termasuk syahid,” katanya.
Ambruknya bangunan yang baru berusia dua bulan ini menimbulkan pertanyaan soal kualitas konstruksi serta daya tampung gedung.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi apakah pembangunan gedung menggunakan dana swadaya, bantuan donatur, atau pemerintah.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "dan TribunnewsBogor dengan judul "Pengakuan Majelis Taklim Ashobiyyah yang Ambruk, Ternyata Bangunannya Baru Dibangun"
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.