Garis Polisi Dipasang di Lokasi Majelis Taklim Bogor yang Ambruk, Warga Dilarang Mendekat

Bogor, majelis taklim, Bangunan Majelis Taklim Ambruk di Bogor, Bangunan Majelis Taklim Asobiyah ambruk, majelis taklim ambruk, Majelis Taklim Ashobiyyah, bangunan majelis taklim ambruk, majelis taklim ambruk di bogor, majelis taklim ambruk di ciomas bogor, Garis Polisi Dipasang di Lokasi Majelis Taklim Bogor yang Ambruk, Warga Dilarang Mendekat

Bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang ambruk pada Minggu (7/9/2025) kini telah dipasangi garis polisi.

Pagi ini, Senin (8/9/2025), kondisi di lokasi berangsur tertib, sementara tim gabungan bersama warga terus melakukan pembersihan puing-puing.

“Kondisi pagi ini alhamdulillah puing-puing dari kemarin sudah dirapikan. Sedikit lagi. Saat ini sudah kita pasang police line,” kata Komandan Regu BPBD Kabupaten Bogor, Hadi, saat ditemui di lokasi, Senin.

Menurut Hadi, proses pencarian korban sudah dihentikan sejak Minggu malam.

“Alhamdulillah pencarian sudah tidak ada. Tinggal puing-puingnya saja,” ujarnya.

Korban Ambruk Majelis Taklim Ciomas Bertambah

BPBD Kabupaten Bogor mencatat total 89 orang menjadi korban dalam insiden ini. Dari jumlah tersebut, 85 orang mengalami luka-luka dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Update kemarin korban 84, meninggal 4 orang. Kemarin baru tiga yang meninggal, semalam nambah satu korban meninggal dunia,” ungkap Hadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyebut empat korban meninggal dunia yakni:

  • Irni Susanti, sempat dilarikan ke RS Medika Dramaga
  • Wulan, sempat dilarikan ke RS PMI
  • Nurhayati, sempat dilarikan ke RS PMI
  • Yuli, sempat dilarikan ke RS Ummi

“85 korban luka-luka dan empat orang meninggal dunia,” kata Adam, Minggu (7/9/2025).

Para korban yang meninggal sudah dipulangkan ke rumah duka dan sebagian telah dimakamkan.

Penanganan Korban di Rumah Sakit

Bogor, majelis taklim, Bangunan Majelis Taklim Ambruk di Bogor, Bangunan Majelis Taklim Asobiyah ambruk, majelis taklim ambruk, Majelis Taklim Ashobiyyah, bangunan majelis taklim ambruk, majelis taklim ambruk di bogor, majelis taklim ambruk di ciomas bogor, Garis Polisi Dipasang di Lokasi Majelis Taklim Bogor yang Ambruk, Warga Dilarang Mendekat

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambangi dan menjenguk jemaah majelis taklim Ashobiyyah roboh dan yang di rawat di RS PMI dan RSUD Bogor

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir, menyampaikan hingga Senin (8/9/2025) pagi masih ada 14 pasien yang dirawat di RSUD Kota Bogor.

“Dari 42 pasien, sekarang yang tersisa di ruangan-ruangan 14,” kata Ilham.

Sebanyak 28 pasien lainnya sudah dipulangkan atau dirujuk ke rumah sakit lain. Dari jumlah tersebut, tiga pasien wanita dirujuk ke RSCM Jakarta karena mengalami luka berat.

“Ada tiga pasien yang kita rujuk. Keadaannya berat. Jadi kita tidak bisa menangani, harus ke rumah sakit rujukan tipe A di RSCM,” ujarnya.

Cedera yang dialami korban antara lain patah tulang di wajah, trauma kapitis (cedera kepala berat), patah tulang kosta (rusuk), hingga dugaan cedera organ dalam.

Selain itu, masih ada dua pasien yang dirawat di IGD dan sedang dalam tahap evaluasi medis.

Ilham memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Ia menambahkan, biaya perawatan akan ditanggung pemerintah.

“Tadi Pak Gubernur menyatakan kesediaannya untuk pembiayaan medis, akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Sebelumnya, Wakil Bupati Ade Ruhandi juga menyatakan hal serupa,” ujarnya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang meninjau lokasi pada Minggu sore, menyebut ambruknya bangunan terjadi karena kelebihan kapasitas.

Saat itu, ratusan jamaah, mayoritas ibu-ibu, tengah menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Karena tempatnya terbatas terisi penuh semua, sebagian di dalam, sebagian di luar. Yang berada di pelataran luar kebetulan terasnya berdiri di pinggiran tebing. Karena kelebihan kapasitas maka terjadi bencana yaitu tempat tersebut roboh,” kata Rudy.

Kondisi Pimpinan Majelis Taklim

Majelis Taklim Ashobiyyah dipimpin oleh Ustad Zulfadli Harahap. Ia mengaku masih dalam kondisi syok pasca insiden sehingga belum bisa mengunjungi para korban.

“Makanya tidak ada yang bisa saya kunjungi (keluarga korban maupun yang meninggal),” ujarnya.

Zulfadli mengatakan akan segera menemui korban jika kondisinya sudah pulih.

“Mungkin dua atau tiga hari ke depan insyaAllah saya siap kunjungan kepada pihak-pihak korban. Kalau meninggal sudah dikunjungi dari keluarga saya. Itu sudah kakak saya,” katanya.

Menurutnya, ia tidak memikirkan bangunan yang ambruk, meski baru dibangun sekitar enam bulan lalu. Fokusnya tertuju pada jamaah yang menjadi korban, terutama keluarga dari empat orang yang meninggal dunia.

“Kan ada yang empat orang meninggal, dua orang di Desa Sukamakmur, dan dua di Desa Sukaluyu, memang tidak jauh lokasinya dari sini,” tuturnya.

Pantauan di lapangan pada Senin (8/9/2025) pukul 09.15 WIB, garis polisi telah terpasang mengelilingi bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah yang ambruk.

Beberapa puing besar masih terlihat berserakan, sementara puing kecil dipinggirkan oleh petugas dan warga.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke area reruntuhan karena dinilai masih berbahaya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "dan TribunnewsBogor dengan judul "Suasana Terkini Majelis Taklim yang Ambruk di Ciomas Bogor, Warga Diminta Jauhi Lokasi" 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.