Muncul Jerawat hingga Kulit Jadi Kusam? Intip Tips Perawatan Kulit Saat Sedang Menstruasi
Siklus menstruasi kerap memengaruhi kondisi fisik, emosi, bahkan sebagain perempuan mengaku berdampak langsung pada kesehatan kulit. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah kulit terasa lebih berminyak, kusam, atau bahkan tiba-tiba muncul jerawat menjelang dan selama menstruasi.
Perubahan ini bukan kebetulan, melainkan dipicu oleh fluktuasi hormon, terutama estrogen dan progesteron. Kondisi hormonal tersebut dapat meningkatkan produksi minyak alami kulit atau sebum, yang berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu peradangan.
Malansir American Academy of Dermatology , perubahan hormon selama siklus menstruasi merupakan salah satu penyebab utama munculnya jerawat hormonal pada perempuan dewasa. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan rutinitas perawatan kulit agar tetap sehat dan seimbang selama periode ini.
Berikut beberapa tips perawatan kulit yang dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap optimal saat menstruasi.
1. Rutin Bersihkan Wajah
Membersihkan wajah membantu mengangkat minyak, kotoran, dan bakteri yang dapat memicu jerawat. Namun, mencuci wajah terlalu sering justru dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Dikutip dari Cleveland Clinic, mencuci wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kekeringan.
2. Gunakan Pelembab
Banyak orang cenderung menghindari pelembap saat kulit terasa berminyak. Padahal, pelembap membantu menjaga keseimbangan skin barrier. Tanpa pelembap, kulit justru bisa memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi.
Dilansir dari Healthline menjelaskan bahwa menjaga kelembapan kulit membantu mengontrol produksi sebum dan mengurangi risiko jerawat selama perubahan hormon.
3. Pilih Produk dengan Bahan Getle
Saat menstruasi, kulit cenderung lebih sensitif. Pilih produk yang mengandung bahan seperti niacinamide, aloe vera, atau chamomile untuk membantu meredakan peradangan.
Dermatology Times melaporkan bahwa bahan-bahan antiinflamasi dapat membantu mengurangi kemerahan dan iritasi yang sering muncul akibat perubahan hormon.
4. Hindari Mencoba Terlalu Banyak Produk
Mengganti atau mencoba banyak produk baru saat kulit sedang sensitif dapat memperburuk kondisi kulit. Reaksi iritasi atau breakout bisa lebih mudah terjadi selama periode ini.
Para ahli dermatologi yang dikutip oleh Allure menyarankan untuk tetap menggunakan rutinitas skincare yang sederhana dan konsisten, terutama saat kulit sedang tidak stabil.
5. Perhatikan Pola Makan dan Hidrasi
Perawatan kulit tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh. Minum cukup air membantu menjaga kelembapan kulit, sementara pola makan seimbang membantu mengurangi peradangan.
Menurut Harvard Health Publishing, hidrasi yang cukup dan konsumsi makanan bergizi berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
6. Hindari Memencet Jerawat
Jerawat hormonal memang mengganggu, tetapi memencetnya dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka.
American Academy of Dermatology menegaskan bahwa memencet jerawat dapat mendorong bakteri lebih dalam ke kulit dan memperlambat proses penyembuhan.
Perubahan kulit saat menstruasi merupakan hal wajar dan dapat dikelola dengan perawatan yang tepat. Jaga kebersihan, keseimbangan, dan konsistensi dalam rutinitas perawatan kulit agar kulit tetap sehat.