Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2025 Turun Rp 177.000 Jadi Rp 2,31 Juta per Gram

harga emas Antam, harga emas hari ini, Butik Antam, harga antam hari ini, Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2025 Turun Rp 177.000 Jadi Rp 2,31 Juta per Gram

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali mengalami penurunan signifikan pada Rabu (22/10/2025).

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga jual emas turun drastis sebesar Rp177.000 per gram, dari Rp2.487.000 menjadi Rp2.310.000 per gram.

Penurunan ini juga diikuti dengan merosotnya harga buyback (harga jual kembali) menjadi Rp2.164.000 dari sebelumnya Rp2.336.000 per gram.

Berapa Harga Emas Antam Hari Ini di Berbagai Pecahan?

Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia, berikut adalah daftar harga emas Antam per Rabu (22/10):

  • 0,5 gram: Rp1.205.000
  • 1 gram: Rp2.310.000
  • 2 gram: Rp4.560.000
  • 3 gram: Rp6.815.000
  • 5 gram: Rp11.325.000
  • 10 gram: Rp22.595.000
  • 25 gram: Rp56.362.000
  • 50 gram: Rp112.645.000
  • 100 gram: Rp225.212.000
  • 250 gram: Rp562.765.000
  • 500 gram: Rp1.125.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.250.600.000.

Selain itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT ANTAM Tbk senilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.

Sementara untuk pembelian emas, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.

Apa Langkah Antam Menyikapi Turunnya Harga Emas?

Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menjelaskan bahwa pihaknya kini memperkuat mekanisme buyback atau pembelian kembali emas dari masyarakat.

Selain itu, Antam juga tengah memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang emas dalam negeri guna memastikan ketersediaan pasokan emas di pasar domestik.

“Melalui langkah-langkah ini, Antam berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas Logam Mulia dengan cara yang aman, transparan, dan nyaman,” ujar Wisnu, Selasa (21/10/2025) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa salah satu penyebab keterbatasan stok Logam Mulia di pasaran adalah adanya proses penyesuaian internal perusahaan.

Penyesuaian ini dilakukan untuk penyempurnaan tata kelola sourcing guna memastikan kelancaran administrasi dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi.

Bagaimana Antam Menjaga Pasokan Emas di Dalam Negeri?

Menurut Wisnu, saat ini semakin banyak perusahaan tambang emas yang menjual hasil produksinya ke Antam daripada mengekspor ke luar negeri.

Hal ini dinilai memberikan nilai tambah terhadap ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga ketersediaan emas di dalam negeri.

“Sebagai bagian dari strategi tersebut, Antam terus memperkuat mekanisme buyback bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya untuk kebutuhan lain. Di sisi hulu, Antam juga secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang emas dalam negeri untuk menjual hasil produksinya ke Antam,” katanya.

Sebelumnya, Antam berharap agar kewajiban pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) untuk komoditas emas dapat diatur secara adil.

Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian usaha bagi penambang dan pengolah emas, sekaligus mendukung keberlanjutan industri emas nasional.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.