Hari Kucing Nasional 29 Oktober, Kenapa Ada Banyak Perayaan untuk Si Meong?

Tiap tanggal 29 Oktober, kerap disebut sebagai National Cat Day atau Hari Kucing Nasional.
Tapi tahukah kamu, tanggal ini sebenarnya bukan satu-satunya “hari kucing” di dunia?
Ada juga Hari Kucing Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Agustus 2025.
Seperti diketahui, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. Bagi banyak orang, kehadirannya menjadi bentuk ekspresi kasih sayang dan kedekatan manusia dengan hewan.
Awal mula Hari Kucing Nasional
Dikutip dari National Today, Hari Kucing Nasional pertama kali diperingati di Amerika Serikat pada 29 Oktober 2005, digagas oleh Colleen Paige, seorang pet lifestyle expert dan aktivis kesejahteraan hewan.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya adopsi kucing dari penampungan, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli pada kesejahteraan hewan peliharaan.
Perayaan ini kemudian mendapat dukungan dari berbagai organisasi penyelamat hewan di AS, termasuk American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).
Setiap tahun, mereka menggelar kampanye adopsi, donasi makanan, hingga layanan steril gratis bagi kucing jalanan.
Meski disebut “National Cat Day”, peringatan ini kemudian mendunia berkat media sosial.
Banyak negara lain ikut merayakan meski tanpa pengakuan resmi dari pemerintahnya.

Beda dengan Hari Kucing Internasional
Sebelum 29 Oktober, ada juga International Cat Day yang jatuh setiap 8 Agustus.
Hari ini diinisiasi oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) pada tahun 2002 dan diakui secara global sebagai momen penghormatan terhadap semua jenis kucing, baik peliharaan maupun liar.
Berbeda dengan versi nasional AS, Hari Kucing Internasional lebih menekankan kampanye global soal perlindungan kucing, keseimbangan ekosistem, dan isu kesejahteraan hewan.
Macam-macam Hari Kucing Nasional di Berbagai Negara
Selain dua tanggal tersebut, ada juga “hari kucing” lain: Jepang memperingatinya setiap 22 Februari, Rusia pada 1 Maret, dan Italia serta Polandia pada 17 Februari.
Setiap negara memiliki alasan dan makna tersendiri, namun semangatnya sama: merayakan hubungan manusia dengan kucing.
Banyaknya perayaan untuk si meong tak lepas dari peran kucing dalam kehidupan manusia modern.
Di era urban, kucing sering dianggap emotional support animal, hewan yang membantu mengurangi stres dan kesepian.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Veterinary Science menunjukkan bahwa interaksi rutin dengan hewan peliharaan, termasuk kucing, dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin yang berhubungan dengan rasa bahagia dan empati.
Tak heran, kucing kini menjadi bagian dari gaya hidup populer.
Dari kafe bertema kucing, komunitas adopsi, hingga konten viral di media sosial, semuanya memperlihatkan bahwa hubungan manusia dan kucing kian erat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.