Foto Kekeyi Dijadikan Bahan Olokan Mahasiswa Unud: Sebegitu Buruknya Kah Saya di Mata Kalian?

Kekeyi
Kekeyi

 Nama Rahmawati Kekeyi kembali ramai diperbincangkan publik, bukan karena karya atau aktivitasnya di dunia hiburan, melainkan karena insiden tidak menyenangkan yang menyeret namanya dalam kasus perundungan mahasiswa Universitas Udayana (Unud).

Kasus ini bermula dari meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai dua pada Rabu 15 Oktober 2025. Namun tragisnya, kabar duka tersebut justru dijadikan bahan candaan oleh sejumlah mahasiswa lain. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Dalam tangkapan layar yang dibagikan akun X @unudmenfess, terlihat percakapan grup WhatsApp mahasiswa Unud yang memperlihatkan bagaimana mereka memperolok mendiang Timothy. Nama kontak “Jetro” tampak mengirim foto jenazah korban, kemudian dikomentari oleh “Leonardo Jonathan.”

“Hmm dari tampang macam…” tulis Leonardo, dikutip Senin 20 Oktober 2025. 

“Kayak Kekeyi yang lagi pose macan,” balas Jetro sambil mengirim foto Kekeyi.

Tak berhenti di situ, Leonardo bahkan menantang rekannya untuk menyandingkan foto sang jenazah dengan Kekeyi.

“Coba bikin cin, sejajarin muka Kekeyi sama dia wkwk,” katanya.

Percakapan bernada merendahkan itu memicu kecaman luas, termasuk dari Kekeyi sendiri. Melalui unggahan Instagram, perempuan yang sempat viral lewat lagu “Keke Bukan Boneka” itu mengaku terpukul.

“Sebegitu buruknya kah saya di mata kalian semua,” tulis Kekeyi di caption unggahannya.

Ia mengaku sudah dua tahun menutup diri dari media sosial, namun tetap menjadi sasaran ejekan.

“Mengapa semakin saya menutup rapat-rapat diri saya, semakin kalian menghancurkan mental saya?” ucapnya dengan nada kecewa.

Dalam unggahan yang sama, Kekeyi juga mempertanyakan standar kecantikan yang membuatnya terus dijadikan bahan olokan publik.

“Sebegitu salah dan burukkah saya di bumi ini? Emang saya bisa kah menentukan takdir hidup saya supaya cantik sempurna seperti orang lain?” tulisnya lagi.

Meski merasa sangat terluka, Kekeyi menegaskan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Ingat hukum di bumi ini. Saya tidak akan lapor tentang ini ke pihak berwajib. Tapi saya rasa mental saya sangat hancur! Terima kasih,” tegasnya.

Unggahan tersebut memantik gelombang dukungan dari warganet yang menyarankan Kekeyi agar tidak diam dan melapor ke pihak berwenang. Banyak pula yang menenangkan dan mengingatkan bahwa dirinya tetap berharga.

“Maaf gak bisa bales semua satu-satu tapi terima kasih semua, gak nyangka ternyata kalian masih ada di sini,” balas Kekeyi di kolom komentar.

“Maaf bila kali ini aku down, banyak problem dalam hidupku, hingga aku segagal ini,” sambungnya.

Beberapa warganet juga mengirimkan pesan penyemangat.

“It’s okay key, tetap semangat ya,” tulis netizen.

“Kamu gak gagal Kekeyi. You are beautiful the way you are,” timpal yang lain.

Sementara itu, pihak Universitas Udayana telah menjatuhkan sanksi akademik kepada enam mahasiswa yang terlibat dalam percakapan perundungan tersebut. Meski begitu, publik masih menuntut tanggung jawab moral agar insiden seperti ini tidak terulang, terutama di lingkungan akademik yang seharusnya menjunjung nilai kemanusiaan dan empati.