Pelajar SMP Boja Hanyut di Sungai Mijen Semarang, Pencarian hingga Waduk Jatibarang

Pelajar SMP Boja Hanyut di Sungai Mijen Semarang, Pencarian hingga Waduk Jatibarang

Seorang siswi SMP Negeri 3 Boja, Kabupaten Kendal bernama Nadia (14), hanyut di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa tengah pada Selasa (10/2/2026) petang.

Diketahui, Nadia dan rekannya, Alifa (14), terseret banjir saat melintas di kawasan DAS Perumasan Karangmalang, Mijen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat hujan deras.

"Tadi malam mulai pencarian pukul 21.30 WIB (korban hanyut)," kata Endro kepada , Rabu (11/2/2026).

Kronologi pelajar hanyut

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan turun dengan deras pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Dua (korban) pelajar SMP Negeri 3 Boja berboncengan sepeda motor," ungkap Endro.

Saat melintas di Kawasan DAS Perumasan, terlihat air menggenangi jalan akibat air sungai yang meluap.

Meski begitu, mereka tetap melintas, dan sesaat kemudian mereka tidak bisa mengendalikan laju motor.

"(Motor) Tak bisa dikendalikan karena derasnya arus," sambung Endro.

Akhirnya kedua pelajar terjatuh dan terseret arus sungai.

"Dalam kejadian tersebut, satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan melompat, sementara satu korban terseret arus," ungkapnya.

Diketahui, Alifa (14), adalah korban yang selamat saat banjir di Karangmalang Mijen.

Senada, Kasi Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono juga mengiyakan bahwa insiden itu terjadi akibat banjir yang menutup akses jalan.

“Kebetulan ada tanggul jebol mengakibatkan air sungai meluap menutupi jalan. Arusnya cukup deras, korban terpeleset dan hanyut ke sungai,” ungkap Kasi Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono, dilansir dari Tribun.

Pencarian dilakukan

Selepas kejadian, pencarian terhadap korban langsung dilakukan. Namun hingga Selasa malam, korban belum ditemukan.

Pencarian akhirnya kembali dilanjutkan pada Rabu (11/2/2026) pagi.

Moel Wahyono mengungkap, operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan.

“Pagi ini kami masih melanjutkan operasi pencarian seorang pelajar yang hanyut di Sungai Karangmalang,” kata Moel, Rabu (11/2/2026).

Metode pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Karangmalang, baik di sisi kanan maupun kiri sungai. 

Sejumlah personel juga diturunkan untuk menelusuri aliran sungai dengan berjalan kaki.

Menurut Moel, tim SAR tidak dapat menggunakan perahu karet karena aliran sungai dipenuhi bebatuan besar.

“Peralatan perahu karet atau rafting tidak bisa digunakan karena banyak bebatuan dan rintangan di aliran sungai,” jelasnya.

Moel menambahkan, pada hari ini area pencarian akan diperluas mulai dari lokasi kejadian hingga muara sungai di Waduk Jatibarang.

“Rencana pencarian kami dari TKP, kemudian menyisir aliran Sungai Karangmalang sampai ke muara di Waduk Jatibarang,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang