Tips Jitu Lolos Jurusan Kedokteran, Ternyata Hanya Perlu Lakukan 3 Hal Ini

Ilustrasi Mahasiswi Kedokteran
Ilustrasi Mahasiswi Kedokteran

Minat pelajar terhadap jurusan kedokteran hingga kini masih sangat tinggi. Selain dianggap sebagai profesi bergengsi, banyak siswa ingin menjadi dokter karena memiliki keinginan membantu masyarakat di bidang kesehatan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, untuk bisa lolos ke fakultas kedokteran, ternyata tidak cukup hanya mengandalkan nilai bagus saja. Kesiapan mental, motivasi, hingga kemampuan komunikasi juga menjadi faktor penting yang mulai diperhatikan dalam proses seleksi.

Informasi ini diungkap oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ), Dr. Ecie Budiyanti, M. Biomed, membagikan sejumlah hal penting yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa sebelum mendaftar jurusan kedokteran.

Berikut tiga hal yang wajib dipersiapkan jika ingin lolos jurusan kedokteran:

1. Pastikan Menguasi Biologi dan Kimia Sejak Awal

Kesiapan akademik menjadi syarat utama untuk masuk jurusan kedokteran. Penguasaan mata pelajaran biologi dan kimia menjadi fondasi penting karena akan banyak digunakan selama perkuliahan.

Tak hanya sekadar menghafal, calon mahasiswa juga perlu memahami konsep dasar agar lebih mudah mengikuti pembelajaran di bangku kuliah nantinya. Selain kemampuan akademik, kampus juga akan melihat kemampuan kognitif calon mahasiswa, seperti penalaran dan problem solving.

2. Siapkan Mental 

Jurusan kedokteran dikenal memiliki proses pendidikan yang panjang dan menuntut konsistensi tinggi. Oleh karena itu, kesiapan mental menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh para pelajar yang berminat mendaftar ke jurusan ini. 

Calon mahasiswa perlu memahami pendidikan dokter bukan perjalanan singkat. Tekanan akademik, jadwal belajar yang padat, hingga tuntutan praktik menjadi tantangan yang harus dihadapi sejak awal.

Dr. Ecie menambahkan, pihak kampus biasanya akan melakukan sesi wawancara untuk menilai aspek personal calon mahasiswa. Ia menegaskan, seorang dokter juga harus memiliki empati serta kemampuan memahami pasien.

“Menjadi dokter harus memiliki disiplin, kemampuan komunikasi, dan empati. Karena menjadi dokter itu bukan hanya soal ilmu, tapi soal bagaimana kita memperlakukan manusia,” ujar Dr. Ecie dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026. 

3. Punya Motivasi dan Komitmen yang Jelas

Sesi wawancara juga bertujuan untuk menilai motivasi yang menjadi modal utama untuk bertahan selama menjalani pendidikan kedokteran. Tanpa komitmen yang jelas, proses belajar yang panjang bisa terasa berat untuk dijalani.

Hal ini diungkap langsung oleh Jessica Anggraini, salah satu mahasiswi FKIK UAJ angkatan 2024. Ia mengatakan kesiapan dan keyakinan diri menjadi bekal utama selain kelengkapan berkas administratif. 

“Pendaftarannya tidak sulit, hanya perlu memasukan dokumen wajib, data diri dan nilai-nilai. Selain itu, saya menyiapkan diri dan berdiskusi dengan keluarga supaya lebih yakin dan pasti sebelum melakukan pendaftaran,” ungkapnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FKIK UAJ menawarkan beberapa skema pendaftaran yang bisa dipilih pelajar seperti jalur tes dan jalur rapor yang sudah dapat diikuti oleh siswa kelas 11, 12 hingga umum. Perguruan tinggi swasta ini mengusung kurikulum yang mendorong mahasiswa agar lebih aktif selama proses belajar yang didukung fasilitas RS Atma Jaya untuk mempraktekkan materi. 

Itulah tiga tips yang seyogyanya dipersiapkan para pelajar yang ingin lolos jurusan kedokteran. Menjadi dokter adalah pekerjaan mulia, namun perlu konsistensi dan ketekunan dalam perjalanannya yang panjang.