Top 5+ Ilmu Memasak ala Le Cordon Bleu yang Bisa Diterapkan di Dapur Rumah

Ilustrasi Hobi Memasak, 1. Mise en Place: Kunci Ketertiban di Dapur, 2. Kuasai Teknik Dasar: Dari Pisau Hingga Saus Klasik, 3. Hormati Bahan Lokal: Fusion Prancis–Nusantara, 4. Perhatikan Plating: Makanan Mata Sebelum Lidah, 5. Disiplin dan Konsistensi adalah Rahasia Rasa
Ilustrasi Hobi Memasak

Selama lebih dari satu abad, Le Cordon Bleu telah menjadi simbol keunggulan dalam dunia kuliner. Didirikan di Paris pada tahun 1895 oleh Marthe Distel, seorang jurnalis dan penerbit majalah kuliner La Cuisinière Cordon Bleu, sekolah ini berkembang dari demonstrasi memasak pertama menjadi jaringan global dengan lebih dari 35 sekolah di 20 negara. Hingga kini, lebih dari 20 ribu mahasiswa dari lebih 100 kewarganegaraan menempuh pendidikan kuliner di institusi bergengsi ini setiap tahunnya.

Le Cordon Bleu dikenal karena teknik memasak klasik Prancis yang sangat teliti, tetapi prinsip-prinsip dasarnya sebenarnya dapat diterapkan di dapur rumah oleh siapa pun. 

Berikut lima pelajaran kuliner ala Le Cordon Bleu yang bisa kamu coba untuk menghadirkan sentuhan profesional pada masakan sehari-hari.

1. Mise en Place: Kunci Ketertiban di Dapur

Salah satu prinsip utama dalam kuliner Prancis adalah mise en place — secara harfiah berarti “menempatkan pada tempatnya”. Teknik ini mengajarkan pentingnya persiapan matang sebelum memasak: memotong semua bahan, mengukur bumbu, menyiapkan alat, dan mengatur urutan kerja.

Dengan menerapkan mise en place, proses memasak menjadi jauh lebih rapi dan efisien. Tak hanya chef profesional, ibu rumah tangga atau pecinta masak rumahan pun akan merasakan bedanya: tidak ada lagi panik mencari bawang putih saat wajan sudah panas.

2. Kuasai Teknik Dasar: Dari Pisau Hingga Saus Klasik

Di Le Cordon Bleu, mahasiswa belajar teknik dasar secara sangat mendalam, mulai dari cara memotong bahan dengan presisi hingga membuat saus klasik Prancis seperti béchamel, velouté, atau hollandaise.

Meskipun terlihat rumit, banyak teknik ini bisa dipraktikkan di rumah. Contohnya, memperbaiki teknik memotong bawang dengan metode profesional bisa mempercepat waktu memasak dan meningkatkan tampilan hidangan. Begitu pula membuat saus dasar secara manual akan memberi cita rasa yang jauh lebih kaya dibanding saus instan.

3. Hormati Bahan Lokal: Fusion Prancis–Nusantara

Le Cordon Bleu tidak hanya mengajarkan teknik, tapi juga menghargai keberagaman bahan dan budaya kuliner lokal. Dalam perayaan 130 tahunnya, acara The Memories of Le Cordon Bleu Collaboration menghadirkan 13 bisnis alumni terkurasi yang menyajikan menu spesial dengan semangat fusion.

“Kami percaya masa depan kuliner dunia akan semakin berwarna berkat inovasi yang lahir dari semangat lintas budaya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat gastronomi Asia," kata Michelle Anjelica, Marketing Le Cordon Bleu Indonesia Hub.

Di dapur rumah, semangat ini bisa diterapkan dengan menggabungkan teknik Prancis dengan bahan Nusantara. Misalnya, membuat crème brûlée dengan aroma pandan, atau ayam panggang dengan teknik barding tetapi menggunakan rempah-rempah Indonesia.

4. Perhatikan Plating: Makanan Mata Sebelum Lidah

Salah satu ciri khas kuliner Prancis adalah keindahan presentasi. Di Le Cordon Bleu, plating dianggap sama pentingnya dengan rasa. Hidangan yang disajikan dengan tata letak elegan akan memberikan pengalaman bersantap yang lebih menyenangkan.

Di rumah, Anda bisa mulai dari hal sederhana: gunakan piring putih polos untuk menonjolkan warna makanan, atur komponen dengan simetri atau pola tertentu, dan sisakan ruang “napas” di piring agar tampak profesional.

5. Disiplin dan Konsistensi adalah Rahasia Rasa

Le Cordon Bleu mengajarkan bahwa teknik saja tidak cukup—yang membedakan chef profesional adalah disiplin dan konsistensi. Mengulang resep dengan standar yang sama, menjaga suhu yang tepat, dan memperhatikan detail kecil seperti waktu resting daging atau tekstur saus merupakan hal-hal krusial.

Prinsip ini dapat diterapkan siapa pun di rumah: catat resep dan metode dengan detail, jangan tergesa-gesa saat memasak, dan perhatikan proses dari awal hingga akhir.

Melalui filosofi dan tekniknya, Le Cordon Bleu membuktikan bahwa memasak bukan sekadar aktivitas sehari-hari, melainkan bentuk ekspresi budaya dan dedikasi. Perayaan 130 tahun di Jakarta bukan hanya tentang sejarah panjang, tetapi juga tentang menginspirasi generasi baru untuk berkreasi.