Perjalan Karir Mentereng Sabrina Alatas, dari Le Cordon Bleu hingga dihire untuk G20 BeNelux-Indonesia Association
Nama Sabrina Alatas tengah hangat diperbincangkan pengguna media sosial. Hal ini menyusul dengan munculnya tangkapan layar Pinterest miliknya terdeksi memiliki project bertajuk FUTURE HOUSE. Menariknya, dalam project itu, Sabrina Alatas menandai sosok HDW yang diduga merupakan suami Raisa Andriana, Hamish Daud.
Menyusul dengan tangkapan layar Pinterest tersebut, publik banyak mencari tau siapa sosok Sabrina Alatas. Dirinya diketahui merupakan seorang chef muda yang juga memiliki sederet prestasi di dunia kuliner.
Melansir tayangan YouTube, dalam wawancaranya lima tahun lalu, Sabrina mengungkap dirinya mengawali karir di dunia kuliner setelah memutuskan untuk keluar dari pendidikan International Baccalaureate di salah satu SMA bonafit di Jakarta. Saat itu, dia mencoba untuk kerja di Colonial Cuisine & Molecular yang terletak di Kemang Village selama satu tahun lamanya.
Setelah bekerja di sana, Sabrina kemudian melanjutkan pendidikan masaknya di sekolah memasak kenamaan di Paris Prancis, Le Corden Bleu selama 1,5 tahun. Di sana dia mengambil jurusan cuisine and pastry sebelum akhirnya menjalani internship selama 3 bulan.
Setelah menjalani internship selama tiga bulan, dirinya langsung dihire untuk bekerja di restoran kenamaan di Paris selama 2,5 tahun sebelum akhirnya pulang ke Jakarta. Sabrina juga diketahui memiliki sejumlah bisnis usaha di bidang kuliner seperti The Grumpy Chef yang juga merupakan nama brand fine-casual private culinary experience.
Selain menjadi seorang chef sekaligus pemilik restoran dari Manje, Sabrina diketahui di bidang hospitality di Le Grande Bali Uluwatu. Selain itu, ia pernah memasak untuk G20 BeNelux-Indonesia Association pada tahun 2022.
Dalam wawancaranya, Sabrina mengungkap bahwa masakan menjadi media baginya untuk menyebarkan cinta ke orang-orang. Melalui masakan juga dirinya bisa menyatukan banyak orang dari berbagai background.
“Kenapa gue suka masak dan suka makanan di saat gue masak even sebelum gue buka restoran atau gue kerja di dapur gue sangat suka perasaan mengumpulkan banyak orang dengan background yang beda-beda dan itu menyambungkan mereka semua. Masak adalah hobi, dari hobi itu gue suka ngumpulin orang-orang buat makan makanan dan melihat mereka menyantap makanan gue tersenyum udah buat gue bahagia. Setelah berjalan dari hobi lama-lama jadi occopation gue,” kata dia dalam wawancara tersebut.