4 Hari Menikah, Cindy Tewas Saat Bulan Madu di Solok, Diduga Keracunan Gas Water Heater

Solok, bulan madu, keracunan gas, kematian misterius, bulaan tampak merah saat gerhana, pengantin baru tewas saat bulan madu, bulan madu tragis, Cindy Desta Nanda, Gilang Kurniawan, keracunan gas water heater, kasus kematian di Solok, honeymoon berujung maut, 4  Hari Menikah, Cindy Tewas Saat Bulan Madu di Solok, Diduga Keracunan Gas Water Heater, Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kamar Mandi, Dugaan Awal Keracunan Gas dari Pemanas Air, Suami Hadiri Pemakaman Meski Masih Sakit, Belum Pulih, Masih Trauma dan Kehilangan Ingatan

— Duka mendalam menyelimuti pasangan pengantin baru asal Sumatera Barat. Cindy Desta Nanda (28) meninggal dunia saat berbulan madu di sebuah penginapan mewah kawasan Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Kamis (9/10/2025).

Sementara sang suami, Gilang Kurniawan (28), ditemukan dalam kondisi kritis dan sempat dirawat intensif di rumah sakit.

Peristiwa tragis ini terjadi hanya empat hari setelah keduanya resmi menikah pada Minggu (5/10/2025).

Mereka diketahui menginap di salah satu resor glamping dengan konsep kamar mewah di tepi danau Alahan Panjang.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kamar Mandi

Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, menjelaskan bahwa pasangan pengantin baru tersebut check-in ke penginapan pada Selasa (8/10/2025) pukul 13.25 WIB dan masuk ke kamar sekitar pukul 13.30 WIB.

“Sore harinya sekitar pukul 18.30 WIB, korban perempuan sempat memesan makanan berupa sup iga, mi kuah pedas, air mineral besar, risol mayo, dan kentang goreng,” kata Barata saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).

Keesokan paginya, Rabu (9/10/2025) sekitar pukul 07.15 WIB, petugas penginapan hendak mengantarkan sarapan ke kamar tamu tersebut.

Ketika dipanggil dari luar kamar, terdengar suara laki-laki menjawab sedang mandi. Namun setelah beberapa kali dipanggil kembali, tak ada respons.

Merasa curiga, pihak penginapan akhirnya mendobrak pintu kamar sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, kedua tamu ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di kamar mandi.

Cindy ditemukan sudah tidak bernyawa, sementara Gilang masih bernapas lemah. Salah satu karyawan penginapan, Jajang, menjadi saksi saat pertama kali menemukan korban.

“Korban laki-laki tergeletak di lantai kamar mandi, sementara korban perempuan di belakang pintu kamar mandi dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ujar AKP Barata.

Pihak penginapan sempat memberikan pertolongan pertama menggunakan oksigen portabel, sebelum membawa keduanya ke Puskesmas Alahan Panjang.

Setibanya di puskesmas, Cindy dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.35 WIB, sementara Gilang dirujuk ke RSUD Arosuka untuk perawatan lebih lanjut dan kemudian ke Kota Padang.

Dugaan Awal Keracunan Gas dari Pemanas Air

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga insiden tersebut disebabkan oleh keracunan gas LPG dari tabung pemanas air (gas water heater) yang dipasang di kamar mandi.

“Dugaan sementara, keduanya mengalami sesak napas akibat keracunan gas. Namun hal ini masih kami dalami lebih lanjut,” ujar AKP Barata.

Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan tabung gas elpiji 12 kilogram berwarna pink berada di dalam kamar mandi, tepat di dekat kloset.

Penempatan tabung gas di ruang tertutup seperti kamar mandi itu menuai sorotan publik karena dinilai tidak sesuai standar keselamatan.

Kapolsek Lembah Gumanti menambahkan, hasil visum luar terhadap jenazah Cindy tidak menemukan adanya tanda kekerasan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan dan olah TKP untuk memastikan penyebab kematian,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya mengonfirmasi bahwa lokasi penginapan sudah dipasangi garis polisi.

“Kami masih menunggu hasil visum jenazah korban,” ujarnya.

Suami Hadiri Pemakaman Meski Masih Sakit

Kakak korban, Rici Astuti, menyayangkan pihak penginapan yang disebut belum menghubungi keluarga hingga saat ini.

“Sampai detik ini pihak villa tidak ada menghubungi keluarga. Ditunggu iktikad baik Anda,” tulisnya melalui akun Instagram @riciastuti.

Jenazah Cindy Desta Nanda dimakamkan pada Jumat (10/10/2025) di kawasan Gadut, Kota Padang.

Momen pilu terjadi saat Gilang Kurniawan, sang suami, memaksa hadir di pemakaman meski kondisinya masih lemah dan terpasang selang oksigen nasal (nasal cannula).

Dalam video yang diunggah sang kakak, terlihat Gilang dibopong keluarga menuju area pemakaman dengan wajah pucat dan mata kosong.

“Kuat niatnya buat antar istrinya ke liang lahat,” tulis Rici Astuti.

Beberapa pelayat tampak menenangkan Gilang yang terus berusaha tegar di tengah kesedihan mendalam. Warga yang hadir di pemakaman pun tak kuasa menahan tangis melihat duka pasangan pengantin baru itu.

Belum Pulih, Masih Trauma dan Kehilangan Ingatan

Keluarga menyebut hingga kini Gilang belum sepenuhnya pulih secara fisik dan mental. Sang kakak mengatakan Gilang kerap kehilangan ingatan dan belum sepenuhnya sadar bahwa istrinya telah dimakamkan.

“Kenapa semua momen divideo dan difoto? Karena Gilang masih belum stabil, dia selalu kembali ke masa resepsi di gedung GSG. Sampai saat ini masih tanya Cindy di mana, padahal dia sendiri yang mengantarkan ke pemakaman,” tulis Rici.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian pengantin baru saat bulan madu di Solok tersebut. Meski dugaan utama mengarah pada keracunan gas dari water heater, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Untuk kemungkinan-kemungkinan bisa semua, tetapi belum bisa dipastikan,” kata AKP Barata.

Sebagian Artikel Sudah Tayang di Kompas.com dengan judual dan Sripoku.com dengan judul GILANG Masih Tanya Dimana Cindy, Tak Ingat Sudah Diantarnya Sendiri ke Pemakaman Sampai Liang Lahat

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.