Protes Keras Saat Lawan Persib, Ofisial Malut United Kena Sanksi 3 Bulan

PSSI, Komisi Disiplin PSSI, Malut United, Protes Keras Saat Lawan Persib, Ofisial Malut United Kena Sanksi 3 Bulan

Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh, menerima sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI imbas protes keras saat melawan Persib Bandung pekan lalu.

Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola selama tiga bulan kepada Asghar Saleh.

Vonis diberikan berdasarkan persidangan yang telah dilakukan oleh Komisi Disiplin PSSI. Asghar Saleh dianggap bersalah karena telah menghina perangkat pertandingan.

Ashgar juga dinilai melempar tuduhan penghinaan dan pelanggaran fair play serta mempertanyakan siapa pihak yang melaporkan dirinya.

Semua ini dilakukan Asghar dalam bentuk unggahan di media sosial usai laga kontra Persib. Muncul pelanggaran kode disiplin karena mendiskreditkan perangkat pertandingan dan merugikan integritas kompetisi.

Sanksi terhadap Asghar ini dibenarkan Malut United sebagaimana terlampir dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026.

"Berdasarkan keputusan sidang Komite Disiplin 12 Februari 2026, yang bersangkutan dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di Indonesia selama tiga bulan sejak diterbitkan," jelas Media Officer Malut United, Agya Pradipta.

Malut United Merasa Dirugikan Wasit

Sebelumnya, Malut United terang-terangan mengumbar kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit dan kinerja teknologi VAR dalam laga sengit melawan Persib.

Duel tersebut berakhir dengan 2-0 untuk kemenangan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (6/2/2026).

Gol-gol Persib dicetak Thom Haye via titik putih dan Saddil Ramdani. Kubu Malut United menilai penalti yang diberikan dinilai kontroversial. 

PSSI, Komisi Disiplin PSSI, Malut United, Protes Keras Saat Lawan Persib, Ofisial Malut United Kena Sanksi 3 Bulan

Selebrasi Thom Haye usai mencetak gol penalti untuk Persib Bandung saat mengalahkan Malut United pada pekan ke-20 Super League 2025-2026, Jumat (6/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, dianggap terlalu cermat mengamati tayangan VAR dalam mengambil keputusan krusial tersebut.

Sedangkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kepada Malut United, terutama David Da Silva dan Tyronne del Pino, malah diabaikan tanpa mengecek VAR.

Tanggapan Asghar Saleh soal Sanksi Komdis PSSI

Terkait sanksi larangan tiga bulan, Asghar Saleh lantas menulis penyataan di laman Facebook pribadinya.

"Saya menyebut mafia dalam postingan FB saya dan langsung dipanggil dalam sidang Komdis. Lalu dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 3 bulan." 

"Tak ada nama yang saya sebut secara terang benderang karena saya tahu mafia di sepak bola Indonesia itu seperti (maaf) kentut. Berbau busuk tapi tidak bisa dipegang."

"Hukum dengan segala yang mengikat pada ujungnya selalu tentang keadilan. Kalau hukum digunakan tebang pilih dan hanya untuk mengamankan kekuasaan maka hukum sama dengan kentut juga," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang