Teror Ancaman Bom Sasar Sekolah Internasional di Tangsel dan Jakarta Utara

teror bom, sekolah internasional, sekolah internasional di Tangsel, Teror Ancaman Bom Sasar Sekolah Internasional di Tangsel dan Jakarta Utara, 1. Teror bom di Mentari Intercultural School dan Jakarta Nanyang School, 2. Teror bom di North Jakarta Intercultural School, 3. Modus ancaman bom, 4. Polisi tak temukan bom di lokasi, 5. Polisi usut teror bom di sekolah

Sejumlah sekolah internasional di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) hingga Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) mendapatkan teror ancaman bom dari orang tak dikenal.

Sekolah yang menjadi sasaran teror bom yakni Jakarta Nanyang School di Kabupaten Tangerang dan Mentari Intercultural School di Tangerang Selatan.

Teror bom tersebut diterima dua sekolah tersebut pada Selasa (7/10/2025) kemarin.

Sementara di Jakarta Utara ancaman teror bom itu menyasar ke North Jakarta Intercultural School (NJIS) pada Rabu (8/10).

Pihak kepolisian pun kemudian melakukan penyisiran terhadap sekolah-sekolah tersebut.

Selengkapnya berikut sederet fakta terkait teror ancaman bom menyasar tiga sekolah internasional:

1. Teror bom di Mentari Intercultural School dan Jakarta Nanyang School

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang mengungkapkan Jakarta Nanyang School menjadi sekolah pertama yang mendapatkan teror bom.

"Mendapatkan informasi adanya teror, adanya informasi diletakkan bom di tempat kejadian yang pertama itu, di Jakarta Nanyang School, yang berada di Pagedangan di daerah Kabupaten Tangerang," ucapnya, Selasa.

Dilansir dari laman tribratanews.polri.go.id, teror bom serupa kemudian juga menyasar Mentari Intercultural School yang terletak di Tangerang Selatan.

Sementara itu, dalam video KompasTV, Victor menyampaikkan teror ancaman bom ke kedua sekolah internasional itu, disampaikan melalui WhatsApp (WA) maupun email ke pihak manajemen sekolah.

"Pelaku yang mengirimkan baik melalui wa maupun email ancaman teror bom ini," bebernya.

2. Teror bom di North Jakarta Intercultural School

Teror bom menyebar ke North Jakarta Intercultural School, Kelapa Gading. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko menyebut teror tersebut dikirim melalui WhatsApp dengan nomor Nigeria.

Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi di North Jakarta Intercultural School (NJIS), pada Rabu dini hari.

"Pada sekitar pukul 00.15 WIB dilakukan pengecekan sementara di bagian lantai dasar dan bagian luar sekitar sekolah NJIS dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim didampingi pihak keamanan sekolah NJIS," ujarnya, Rabu.

3. Modus ancaman bom

Teror ancaman bom yang didapatkan dua sekolah internasional di Tangsel itu memiliki modus yang sama yakni pemerasan.

Sekolah-sekolah tersebut mendapatkan pesan yang sama, di mana pelaku minta uang tebusan senilai 30.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Sama seperti di Tangsel, pelaku ancaman teror bom juga meminta uang tebusan senilai 30.000 dolar AS ke North Jakarta Intercultural School.

"Pelaku meminta semacam tebusan sebesar USD 30 ribu, tetapi yang bersangkutan meminta ditransfer lewat kripto," ungkap Kapolsek Kelapa Gading.

Mereka meminta bayaran 30.000 dolar AS yang dibayarkan ke alamat bitcoin peneror agar bom tersebut tidak diaktifkan.

Meski demikian, ia menuturkan, akun kripto peneror bom keNorth Jakarta Intercultural School tidak ada di Indonesia.

"'Wallet address (alamat dompet) yang dimaksud, tidak ditemukan atau tidak valid sehingga hasil tidak ditemukan atau tidak ada pada pertukaran kripto lokal (crypto exchange local) di Indonesia," tegasnya, dikutip dari Antara.

4. Polisi tak temukan bom di lokasi

Berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan pihak kepolisian, di Mentari Intercultural School dan Jakarta Nanyang School tidak ditemukan adanya bahan peledak atau bom seperti dalam teror tersebut.

"Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran pengamanan, Puji Tuhan, Alhamdulillah, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya," ucap Kapolres Tangsel.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kelapa Gading. Pihaknya juga tidak menemukan bom atau benda mencurigakan lainnya di North Jakarta Intercultural School.

"Usai adanya teror bom pada Rabu dini hari, kami lakukan pengecekan bersama tim ke sekolah tersebut dan hasilnya tidak ditemukan benda mencurigakan," terangnya.

5. Polisi usut teror bom di sekolah

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menyatakan usai adanya teror bom tersebut pihaknya melakukan serangkaian pendalaman, termasuk mencari sosok pengirim pesan teror tersebut.

"Sementara kita dalami, kita melakukan langkah-langkah upaya penyelidikan," ungkapnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak panik dengan adanya ancaman bom ke dua sekolah internasional di Tangsel tersebut.

Penyelidikan juga dilakukan Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara tengah menyelidiki sumber ancaman teror bom ke North Jakarta Intercultural School.

Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan tetap terjaga.

Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Fakta-Fakta Teror Ancaman Bom Sasar 3 Sekolah Internasional di Tangsel dan Jakarta Utara

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.