Catat, Begini Cara Mencegah Penularan Rabies Saat Berwisata

thailand, rabies, Virologi IPB, Catat, Begini Cara Mencegah Penularan Rabies Saat Berwisata

Merebaknya kasus rabies di Bangkok, Thailand, memantik perhatian pakar kesehatan hewan di Indonesia.

Virologi dan mikrobiologi veteriner IPB University, Dr drh Sri Murtini, mengingatkan pentingnya pencegahan agar penyakit mematikan ini tidak meluas ke Tanah Air. Sebab, potensi penyebaran penyakit mematikan ini melalui pergerakan hewan.

“Pergerakan manusia memang tidak menyebarkan rabies secara langsung, tetapi pergerakan hewan pembawa rabies secara ilegal berpotensi membawa virus melalui gigitan ke orang maupun hewan lain,” ujar Sri Murtini, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/10/2025).

Indonesia masih termasuk negara endemis rabies, meskipun tidak semua daerah. Hingga kini, baru delapan provinsi yang berstatus bebas rabies, yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sri Murtini menegaskan, vaksinasi rutin terhadap hewan pembawa rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan monyet, baik yang berpemilik maupun hewan jalanan, merupakan langkah utama pencegahan. 

Selain vaksinasi, pengendalian populasi hewan jalanan yang tidak berpemilik melalui sterilisasi juga penting untuk menekan potensi penyebaran virus.

Ia juga mengingatkan turis asal Indonesia yang berkunjung ke Thailand agar tidak sembarangan berkontak dengan hewan jalanan atau hewan liar.

"Menghindari risiko tertular rabies bisa dilakukan dengan tidak berkontak dengan hewan, khususnya anjing atau kucing jalanan selama berwisata,” bebernya.

Menurut Sri Murtini, strategi jangka panjang perlu dilakukan secara terpadu. Pengendalian populasi hewan melalui sterilisasi, disertai adopsi hewan jalanan, serta edukasi masyarakat agar pemilik hewan bertanggung jawab terhadap vaksinasi menjadi kunci penting.

“Rabies adalah penyakit zoonosa yang sangat berbahaya karena hampir selalu berakibat fatal ketika gejalanya muncul. Karena itu, upaya pencegahan, pengendalian populasi hewan, serta kepedulian masyarakat menjadi sangat penting,” tegasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan anjing. Setiap tahun, puluhan ribu orang meninggal akibat rabies, terutama di Asia dan Afrika.

Sri Murtini menambahkan, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan organisasi pencinta hewan dapat menurunkan angka rabies secara signifikan. 

“Dengan vaksinasi massal, pengawasan lalu lintas hewan, serta kesadaran publik, Indonesia bisa menekan kasus rabies lebih jauh dan melindungi kesehatan manusia maupun hewan,” tandasnya.