Awas, Ini 11 Tanda Kamu Sedang Berada dalam Pertemanan Toxic 

toxic, Teman toxic, Toxic, tanda teman toxic, ciri ciri teman toxic, teman toxic itu seperti apa, tanda pertemanan toxic, Awas, Ini 11 Tanda Kamu Sedang Berada dalam Pertemanan Toxic , 1. Teman toxic membuat semuanya serba hitam-putih, 2. Mengandalkan kamu untuk segalanya, 3. Tidak menghargai batasan, 4. Hanya hadir saat butuh, 5. Tidak pernah benar-benar minta maaf, 6. Membuat kamu merasa lebih buruk, 7. Selalu menjadikan semua tentang dirinya, 8. Tidak peduli pada kebutuhan kamu, 9. Tidak bisa berhenti bergosip, 10. Menganggap kamu berlebihan saat kamu mengungkapkan masalah, 11. Merusak kepercayaan dan menghambat pertumbuhan

Pertemanan seharusnya memberikan kenyamanan, dukungan, dan ruang aman untuk berkembang. Namun, tidak semua hubungan pertemanan berjalan sehat. 

Tanpa disadari, kamu mungkin menjalin relasi dengan teman yang toxic, yaitu hubungan yang memicu stres emosional, menguras energi, dan membuatmu merasa tidak dihargai.

Para ahli menjelaskan sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa sebuah pertemanan sudah mengarah ke perilaku toxic. Berikut penjelasannya.

11 Tanda teman yang toxic

1. Teman toxic membuat semuanya serba hitam-putih

Dalam pertemanan toxic, segala sesuatu dianggap absolut, yaitu salah atau benar, baik atau buruk.

Psikolog klinis dari Williamsburg Therapy Group, Dr. Lauren Phillips, Psy.D, menjelaskan, pola pikir ini membuat hubungan tidak terbuka dan tidak saling menghargai.

“Cara berpikir seperti ini membuat tidak ada ruang untuk kesalahan dan akhirnya memicu rasa malu serta defensif dalam hubungan,” jelasnya, seperti dilansir dari PureWow, Sabtu (6/12/2025).

Ucapan seperti “Kamu tidak pernah dengar aku” atau “Kamu selalu sibuk” hanya memperparah konflik. Mengubah pendekatan dengan bertanya lebih dulu dapat membuka komunikasi yang lebih sehat.

2. Mengandalkan kamu untuk segalanya

Salah satu tanda teman toxic adalah bergantung penuh padamu untuk dukungan emosional. Sebuah hubungan pertemanan seharusnya bisa saling mengandalkan dan membantu satu sama lain.

“Satu orang tidak bisa menjadi ‘segalanya’ bagi orang lain,” tutur Phillips.

Hubungan yang sehat memberi ruang bagi masing-masing pihak untuk berdiri di kaki sendiri, bukan membebani satu pihak terus-menerus.

3. Tidak menghargai batasan

Pertemanan menjadi toxic ketika seseorang tidak diperlakukan sebagai individu yang punya batasan.

“Batasan menunjukkan kebutuhan emosional seseorang. Jika batasan ini terus diabaikan, berarti ada ketidakmauan untuk menghargai kebutuhan orang lain,” ujar dia.

Pengabaian ini bisa menjadi dasar pertimbangan apakah pertemanan masih layak dipertahankan.

4. Hanya hadir saat butuh

Teman toxic biasanya muncul hanya saat mereka ingin atau membutuhkan sesuatu. Psikolog dan kepala layanan klinis di Octave, Dr. Golee Abrishami menjelaskan, kehadiran fisik dan emosional sangat penting untuk merawat relasi pertemanan. 

“Mereka tidak ada ketika sesuatu terjadi pada hidupmu, tetapi ketika mereka sedang punya masalah, mereka akan menghubungi tanpa henti,” ucapnya.

Hubungan semacam ini tidak seimbang dan bisa menguras energi emosional. Maka, pastikan kamu memiliki waktu bersama teman, jangan hanya ketika membutuhkannya saja.

5. Tidak pernah benar-benar minta maaf

Teman toxic kerap menggeser tanggung jawab atau berbalik menjadi korban setiap kali kamu mengungkapkan keberatan.

Misalnya ketika mereka membatalkan janji, alih-alih meminta maaf, mereka malah memunculkan drama lain. Perilaku ini membuat kamu merasa bersalah padahal bukan kamu yang salah.

6. Membuat kamu merasa lebih buruk

Alih-alih merasa nyaman, pertemanan toxic membuat kamu cemas, tertekan, dan rendah diri.

“Jika kamu selalu merasa lebih buruk setelah berinteraksi dengan mereka, ada kemungkinan besar hubungan itu toxic,” ungkap Abrishami.

Tanda lainnya adalah ketika mereka mengecilkan pencapaian atau membuat kamu tidak percaya diri.

7. Selalu menjadikan semua tentang dirinya

Jika setiap percakapan berubah menjadi cerita tentang mereka, ini ciri klasik teman toxic.

Mereka jarang bertanya kabar kamu dan lebih fokus pada drama hidupnya sendiri.

Hubungan ini terasa satu arah dan melelahkan dari waktu ke waktu.

8. Tidak peduli pada kebutuhan kamu

Mengabaikan batasan secara berulang adalah salah satu sinyal utama. Teman yang toxic akan memperdulikan kebutuhan dirinya sendiri, tidak dengan kebutuhan teman-temannya yang lain.

“Ini bisa menunjukkan kurangnya kapasitas emosional atau kurangnya investasi terhadap kesejahteraan orang lain,” kata Phillips.

Jika diulangi terus, ini menandakan hubungan sudah tidak sehat dan tidak aman. Relasi pertemanan yang baik, seharusnya saling memperdulikan kebutuhan satu sama lain.

9. Tidak bisa berhenti bergosip

Gosip ringan mungkin wajar, tetapi teman toxic menjadikannya kebiasaan. Jika setiap percakapan dipenuhi cerita negatif tentang orang lain, hubungan ini bisa membuat kamu lelah dan merasa tidak nyaman.

Selain itu, ini jadi pengingat bahwa mereka mungkin juga membicarakanmu di belakang.

10. Menganggap kamu berlebihan saat kamu mengungkapkan masalah

Saat kamu mengungkapkan kekecewaan, mereka merespons dengan, “Kamu lebay deh” atau “Itu bukan masalah besar”, maka ini merupakan ciri gaslighting atau sebuah pola komunikasi manipulatif.

Menurut Abrishami, strategi ini digunakan teman toxic untuk mempertahankan kontrol.

11. Merusak kepercayaan dan menghambat pertumbuhan

Dalam hubungan sehat, konflik bisa menjadi proses untuk memperbaiki ikatan. Namun teman toxic mengulangi kesalahan sama tanpa perubahan.

“Kehilangan kepercayaan berulang membuat hubungan menjadi tidak aman secara emosional dan sulit untuk berkembang,” terang Phillips.

Jika sejumlah tanda di atas kamu alami, ini saatnya mengevaluasi kembali hubungan tersebut. 

Pertemanan harus memberi dukungan, bukan membuatmu kelelahan secara mental. Memprioritaskan kesehatan emosional bukan berarti kamu egois, melainkan bentuk self-respect yang sangat penting.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang