BPOM Tekankan Pentingnya Keamanan Pangan bagi UMK, Fondasi Usaha Kuliner Rumahan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam pengembangan usaha kuliner rumahan.
Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan pelatihan keamanan pangan untuk perempuan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) pangan olahan melalui program Dukung UMK – Kedai Kreatif 2025. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan perempuan pelaku UMK kuliner yang tergabung di komunitas @momasa.official. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai standar keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pendistribusian produk, serta praktik pengolahan yang higienis demi melindungi kesehatan konsumen.
Direktur PMPUPO BPOM, Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M., menegaskan bahwa setiap pelaku usaha kuliner memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan produk yang mereka hasilkan.
“Sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya, BPOM secara mandiri maupun bersama para Orang Tua Angkat UMK Pangan Olahan, termasuk dengan Frisian Flag Indonesia, terus menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk memperkuat UMK pangan olahan dan memastikan keamanan pangan di Indonesia. Setiap pelaku UMK pangan juga memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan produk mereka, mulai dari penyediaan dan penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi,” ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Kamis 20 November 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menyampaikan bahwa FFI mendukung program Orang Tua Angkat (OTA) UMK Pangan Olahan yang digagas BPOM sejak 2021, terutama dalam aspek edukasi standar keamanan pangan.
“Program ini penting karena membantu pelaku UMK, terutama perempuan, memahami standar keamanan pangan olahan sesuai ketentuan pemerintah. Hal ini sejalan dengan misi kami ‘Nourishing Indonesia to Progress’ bahwa kemajuan bangsa harus dimulai dari kepatuhan terhadap standar keamanan pangan yang melindungi kesehatan masyarakat,” kata Andrew.
Pelatihan tahun ini diikuti oleh 270 peserta yang mendapatkan materi keamanan pangan dan inspirasi menu dari Chef Nanda dengan tiga kreasi Sarapan On The Go. Meski menggunakan contoh olahan berbahan susu, fokus utama kegiatan tetap pada edukasi keamanan pangan yang menjadi syarat penting kelayakan produk kuliner rumahan.
UMK sendiri menjadi pilar ekonomi Indonesia, menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Dengan mayoritas UMKM dikelola oleh perempuan, BPOM menilai peningkatan kapasitas pelaku UMK perempuan dalam keamanan pangan akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus kualitas industri kuliner lokal.
Sejak bergabung menjadi OTA UMK Pangan Olahan BPOM, FFI melalui program Kedai Kreatif telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lebih dari 1.200 pelaku usaha di berbagai daerah.
“Kami ingin mendampingi perempuan pelaku UMK agar terus tumbuh dan berani mengembangkan diri. Kedai Kreatif bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan untuk membuka jalan bagi perempuan Indonesia memiliki kemandirian ekonomi, rasa percaya diri, dan semangat berbagi. Dari dapur rumah, lahir wirausaha baru yang membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat,” tutup Andrew.