Pengamat Menilai Gebrakan Awal Erick Thohir Sebagai Menpora

olahraga, Erick Thohir, Menpora, Permenpora No. 14 Tahun 2024, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Pengamat Menilai Gebrakan Awal Erick Thohir Sebagai Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir langsung membuat gebrakan di minggu-minggu awal jabatannya. Ia resmi mencabut Permenpora No 14 Tahun 2024 yang sempat menuai polemik di kalangan pelaku olahraga.

Menpora Erick Thohir menyiapkan deregulasi besar-besaran dengan memangkas jumlah peraturan menteri dari 191 menjadi maksimal 20 aturan.

Langkah itu mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo.

Sebab keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi publik olahraga.

“Pencabutan Permenpora 14 saya kira bagus, karena aturan itu agak rancu. Itu kan standar pengelolaan organisasi olahraga prestasi, tapi justru tumpang tindih," ujar pria yang biasa disapa Kesit itu kepada Kompas.com.

"Dikhawatirkan independensi cabang olahraga bisa sirna karena adanya campur tangan langsung dari pemerintah."

"Kalau dicabut, ini kabar baik bagi cabang olahraga yang sejak awal mengkritisi aturan tersebut.”

“Ini terobosan bagus. Dalam minggu-minggu pertamanya saja, Pak Erick sudah membuat gebrakan. Itu yang ditunggu-tunggu, dan dia langsung melakukannya. Keputusan yang sangat tepat di awal tugasnya sebagai Menpora,” imbuhnya.

Deregulasi untuk Hilangkan Tumpang Tindih

Kesit juga menilai rencana penyederhanaan Permenpora No 14 Tahun 2024 menjadi tidak lebih dari 20 aturan akan memberi kepastian bagi dunia olahraga.

“Selama ini terlalu banyak peraturan yang akhirnya tumpang tindih dan membingungkan masyarakat olahraga. Satu sisi dikatakan boleh, di sisi lain ada aturan yang melarang. Kalau 191 peraturan disederhanakan jadi 20, itu sangat bagus," kata Kesit B Handoyo.

"Fokusnya lebih jelas, pelaku cabang olahraga bisa lebih leluasa dan tenang menjalankan tugasnya, baik keorganisasian maupun pembinaan,” sambungnya.

Erick Thohir, Sinergi dan Reformasi Birokrasi

Sementara itu Erick Thohir menegaskan bahwa kebijakan deregulasi ini merupakan bagian dari semangat reformasi birokrasi yang digalakkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kita harus kerja efisien dan efektif, birokrasi di Kemenpora harus sesuai ekspektasi Presiden, mengayomi, melayani, memastikan tujuan tercapai,” tuturnya  dalam konferensi pers, Selasa (23/9/2025).

"Salah satu terobosan adalah deregulasi, ada 191 peraturan menteri yang akan kita kurangi sebanyak mungkin, kalau bisa di bawah 20, agar mempermudah kerja sama dengan stakeholder dan pemuda."

Ia menambahkan, keputusan mencabut Permenpora 14/2024 lahir dari masukan para stakeholder olahraga serta diskusi dengan pakar hukum nasional maupun internasional.

Sehingga deregulasi bukan hanya soal memangkas aturan, tetapi juga memastikan aspirasi pelaku olahraga benar-benar diakomodasi.

“Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap pelaku olahraga. Artinya, kita bersinergi untuk membangun prestasi bersama,” pungkas Erick Thohir.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.