Dana Tersedia Rp 10 Miliar, Erick Thohir Bicara Target di SEA Games 2025

Kemenpora, Erick Thohir, Menpora, SEA Games 2025, menpora erick thohir, Dana Tersedia Rp 10 Miliar, Erick Thohir Bicara Target di SEA Games 2025

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan dukungan pendanaan untuk mengikuti SEA Games Thailand 2025 yang tersedia saat ini baru senilai Rp 10 miliar.

Erick Thohir menilai minimnya anggaran membuat Indonesia terancam tak bisa menurunkan banyak atlet untuk ajang multievent dua tahunan tersebut.

"Dari pendanaan yang sekarang tersedia (untuk SEA Games 2025) baru Rp10 miliar, berarti kita hanya bisa mengirim 120 atlet," kata Erick Thohir dikutip dari Antara, Selasa (23/9/2025).

Sebelumnya, Indonesia selalu mengirimkan kontingen mencapai 900-an atlet. Anggaran SEA Games umumnya berkisar Rp 45 miliar hingga Rp 65 miliar.

Menyikapi hal tersebut, Menpora mengatakan akan segera membahas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengupayakan penambahan anggaran.

"Saya yakin Pak Menkeu punya kecintaan yang sama terhadap olahraga nasional," katanya.

Target Emas di SEA Games 2025

Erick Thohir menjelaskan bahwa Kemenpora sejauh ini belum dapat memastikan target emas untuk SEA Games 2025.

"Saya baru menerima chief demission barusan sama, Pak Menpora target emasnya berapa lah? Target emasnya kalian berapa? Kita sudah punya evaluasinya."

"Dan kita mau profesional Pak Ses (Sesmenpora Gunawan Suswantoro) ya dalam penilaian target emas apa saya gak pandang bulu," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Menpora, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Erick ingin menunggu kepastian anggaran. Mengacu kepada bujet terkini, yakni Rp 10 miliar kemungkinan Indonesia hanya akan mampu mengirimkan 120 atlet ke SEA Games 2025.

"Ya tunggu anggaran dulu. Kalau 10 miliar cuma 120 atlet. Artinya ya nanti kita lihat emasnya berapa. Karena kita hari ini sudah kehilangan 41 emas. Dari 87 kita kehilangan 41 emas," tambahnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa beberapa nomor tidak dipertandingkan sehingga memengaruhi pada target emas. 

"Dikarenakan banyak nomor yang tidak dipertandingkan. Bukan berarti kita kehilangan emas. Nomornya gak ada."

"Sekarang kita lagi gali lagi dari 46 bisa naik ke berapa? Kalau 46 ranking berapa? 6 kali ya? Kalau kita mau ranking 3 besar mungkin angkanya harus 80 ya kemarin 87 itu kan kira-kira 85 ke 90 lah." 

"Itu kan realita angkanya. Kalau 120 (atlet), berapa emasnya? Nanti dihitung dulu emasnya," jelasnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.