ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Berbasis Performa

Asics Indonesia, jakarta speed race, ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Berbasis Performa

ASICS Indonesia menggelar ajang lari 5K bertajuk Jakarta : Speed : Race di kawasan PIK 2, Jakarta Utara, Minggu (21/9/2025).

Ajang lari berbasis performa yang pertama kali digelar di Indonesia ini menggunakan kualifikasi waktu dan sistem undian acak, diikuti oleh sekitar 250 pelari terpilih.

"Kami ingin ada satu acara yang cukup performance-centric, dan mengutamakan performa. Jadi, tercetuslah kualifikasi dan ballot," ungkap Marketing Lead of Performance Running and APEQ ASICS Indonesia Abiyoga Prakoso dalam konferensi pers di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).

Ada lebih dari 1.000 peserta yang mendaftar ke ajang lari ini, tetapi hanya sekitar 250 peserta yang bisa mengikuti Jakarta : Speed : Race.

Sebab, ASICS Indonesia menerapkan sistem kualifikasi dan undian acak berdasarkan kriteria limit waktu Personal Best, dengan catatan minimal waktu finish dalam salah satu kategori, yaitu 5K, 10K, half marathon, dan marathon.

Untuk laki-laki, peserta berpotensi lolos jika memiliki limit waktu Personal Best 23 menit untuk 5K, 48 menit untuk 10K, 1 jam 45 menit untuk half marathon, atau 3 jam 40 menit untuk marathon.

Untuk perempuan, peserta berpotensi lolos jika memiliki limit waktu Personal Best 27 menit untuk 5K, 56 menit untuk 10K, 2 jam 4 menit untuk half marathon, dan 4 jam 15 menit untuk marathon.

Asics Indonesia, jakarta speed race, ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Berbasis Performa

Atlet lari Daniel Simanjuntak dalam konferensi pers di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).

Dalam ajang lari 5K ini, ada dua peserta ternama yang turut meramaikan, yaitu atlet lari Daniel Simanjuntak dan atlet triathlon Jingga Salimul Aqidah.

Para pendaftar wajib menyertakan salah satu bukti waktu finish time berupa link result hasil lomba, baik tingkat nasional maupun internasional, yang digelar antara 1 Mei 2024 sampai 20 Juli 2025.

"Ini sebenarnya diambil konsepnya saat kami mengirimkan atlet ASICS Indonesia untuk berlari ke Tokyo : Speed : Race, dengan untuk selebrasi product launching Metaspeed Tokyo," tutur Abiyoga.

President Director ASICS Indonesia Sota Fukushima menambahkan, ajang lari ini diharapkan menginspirasi para pelari dan talenta muda, komunitas lari, dan atlet lari agar terus bergerak dan menjaga kesehatan tubuh, sekaligus menumbuhkan ketangguhann mental.

"ASICS percaya bahwa filosofi 'a sound mind, a sound body' adalah dasar dari setiap langkah yang kami ambil, baik di lintasan lari maupun dalam kehidupan sehari-hari," tutur ucap Fukushima.

ASICS School Program 2025

General Manager of Performance Running and APEQ ASICS Indonesia Yogi Prayogo mengatakan, ajang lari 5K itu juga untuk menegaskan komitmen pihaknya dalam dunia lari Indonesia.

Hal tersebut juga selaras dengan komitmen pihaknya untuk mengembangkan ekosistem lari di Indonesia, salah satunya melalui ASICS School Program 2025.

"Program ini menggandeng 10 sekolah di area Jabodetabek. Perwakilan pelajar terbaik dari masing-masing sekolah, ikut dalam Jakarta : Speed : Race," kata terang Yogi.

Program tersebut diikuti oleh lebih dari 1.300 pelajar SMA yang terdiri dari 55 persen pelajar laki-laki dan 45 persen pelajar perempuan. Mayoritas berada pada level Fair, sedangkan sekitar lima persen mencapai level Good hingga Superior, berdasarkan hasil tes kebugaran beep test.

Artinya, ada potensi bakat muda yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Pengenalan inovasi sepatu lari terbaru

Asics Indonesia, jakarta speed race, ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Berbasis Performa

Tiga sepatu lari terbaru dalam Metaspeed Series milik ASICS, yaitu Metaspeed Sky, Metaspeed Edge, dan Metaspeed Ray, yang dipamerkan dalam konferensi pers di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir juga Lead Merchandiser Performance Running and APEQ ASICS Indonesia, Rosita Natalia.

Ia memperkenalkan Metaspeed Series yang dirancang untuk menyesuaikan berbagai gaya lari. Ada tiga model sepatu yang mencakup Metaspeed Sky, Metaspeed Edge, dan Metaspeed Ray.

"Metaspeed Edge dan Sky 15 gram lebih ringan dari versi sebelumnya. Beratnya hanya 170 gram, jauh lebih ringan dari powerbank," ucap Rosita.

Sementara itu, berat sepatu lari Metaspeed Ray hanyalah 129 gram. Meskipun ringan, ketiga sepatu ini sudah memiliiki full-length carbon plate yang tahan lama, fleksibel, dan ringan.

Menurut Rosita, ringannya sepatu lari tersebut memungkinkan pelari untuk mengeluarkan lebih sedikit upaya dalam mengangkat kaki untuk berlari.

"Sepatu Metaspeed kami memang diperuntukkan bagi pelari agar bisa memaksimalkan energi, sehingga saat berlari, rasanya kayak terbang," jelas dia.

Selain itu, ada FF Turbo Plus yang merupakan midsole ringan yang membantu menghemat energi sekaligus meningkatkan responsivitas, serta Motion Wrap 2.0 upper untuk kenyamanan dan sirkulasi udara yang maksimal.

Produk lainnya yang ditampilkan adalah sepatu lari seri Tokyo Collection, yaitu Megablast dan Sonicblast.

Keduanya memiliki fitur dengan daya pantul bertenaga dan ringan, traksi optimal, dan bisa digunakan pada berbagai kecepatan dan jarak.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.