Lamine Yamal Mengaku Sempat Tak Bahagia, Kini Kembali Tersenyum di Barcelona
Penyerang Barcelona, Lamine Yamal, mengungkapkan pengakuan mengejutkan setelah tampil gemilang dengan hat-trick dalam kemenangan 4-1 atas Villarreal.
Hasil Barcelona vs Villarreal pada laga pekan ke-26 Liga Spanyol bergulir di Camp Nou pada Sabtu (28/2/2026).
Lamine Yamal jadi protagonis laga dengan trigol yang ia cetak pada menit ke-28, ke-37, dan ke-69.
Pemain berusia 18 tahun itu menyatakan sempat kehilangan kebahagiaan saat bermain dalam beberapa waktu terakhir karena kombinasi hal-hal di dalam dan luar lapangan.
“Saya tidak merasa baik dengan diri sendiri. Itu campuran dari banyak hal, ditambah pubalgia yang saya alami. Saya tidak bahagia bermain dan itu terlihat,” ujar Yamal kepada Movistar LaLiga.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut kini telah membaik.
“Selama sekitar satu pekan terakhir saya merasa jauh lebih baik. Saya kembali memiliki keinginan untuk tersenyum di lapangan, sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan. Sekarang saya bahagia bermain.”
Tiga gol tersebut menjadikan Yamal sebagai pemain termuda dalam sejarah klub yang mencetak hat-trick di Liga Spanyol, melewati cattan Giovani Dos Santos dan Lionel Messi.
Ia juga masuk dalam tiga besar daftar pencetak hattrick termuda sepanjang sejarah Liga Spanyol.
Proses dan Tekanan sebagai Pemain Muda
Yamal juga berbicara mengenai ekspektasi terhadap dirinya sebagai pencetak gol di usia muda.
“Orang-orang ingin saya mencetak 100 gol sejak usia 16 tahun. Saya juga ingin, tetapi harus bertahap. Mencetak satu atau dua gol dan membantu tim membuat saya sangat senang.”
Ia menilai kemenangan atas Villarreal memiliki arti penting.
“Mereka lawan yang sangat bagus. Saya sangat senang dengan gol-gol dan kemenangan ini.”
Yamal menjelaskan salah satu golnya tercipta dari ketenangan dalam situasi satu lawan satu.
“Kuncinya adalah tetap tenang. Ketika saya menguasai bola, saya yang menentukan arah. Saya menunggu Cardona bergerak, lalu melakukan aksi. Salah satu peluang itu akhirnya menjadi gol.”
Peran Pedri dan Komunikasi dengan Pelatih
Setelah ditarik keluar, Yamal terlihat berbincang dengan kiper Wojciech Szczesny di bangku cadangan. Ia mengungkapkan isi percakapan tersebut.
“Saya berbicara dengan Tek (julukan Szcezsny) tentang bagaimana semuanya berubah ketika Pedri masuk. Dia mengontrol permainan,” ujarnya.
Ia juga memuji assist yang diberikan Pedri.
“Umpan yang dia berikan untuk gol ketiga luar biasa. Dia membuat saya berada dalam posisi satu lawan satu. Saya juga senang dia kembali.”
Yamal menambahkan bahwa pergantian pemain sudah direncanakan dengan pelatih Hansi Flick.
“Flick dan saya berbicara bahwa jika kami mencetak gol ketiga, saya akan diganti. Saya mencetaknya dan dua hal itu terjadi bersamaan.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang