Keputusan MU Menunjuk Ruben Amorim Kini Kembali Dipertanyakan

Manchester United, Liga Inggris, Man United, Jamie Carragher, Ruben Amorim, pelatih mu, Keputusan MU Menunjuk Ruben Amorim Kini Kembali Dipertanyakan

Kursi pelatih Manchester United (MU) kini masih panas setelah hasil buruk terus membayangi.

Kekalahan terbaru Manchester United dari Brentford 1-3 di Liga Inggris pekan lalu kembali memunculkan keraguan publik terhadap masa depan Ruben Amorim.

Pandit Sky Sports, Jamie Carragher, menilai kondisi Amorim di MU sulit diperbaiki. 

"Ini akan sulit," kata Carragher di Sky Sports News saat ditanya peluang Amorim bertahan lebih lama, Senin (29/9/2025).

Ia menilai kekalahan dari tim papan bawah seperti Brentford tidak lagi mengejutkan.

“Brentford berada di posisi keempat dari bawah. Dan itulah kondisi menyedihkan yang mereka alami,” lanjut legenda Liverpool.

Carragaher Pertanyakan Manajemen MU

Komitmen Amorim pada sistem 3-4-2-1 menjadi sorotan besar sejak ia ditunjuk menggantikan Erik ten Hag.

Carragher tidak menyalahkan konsistensi Amorim dalam memegang filosofi permainan.

Namun, ia mempertanyakan mengapa manajemen MU menunjuk pelatih dengan gaya bermain yang dianggap tidak sesuai tradisi klub.

“Pihak berwenang memilih manajer yang tidak mencerminkan tradisi klub selama puluhan tahun."

"Lapangan besar (Old Trafford), pemain sayapnya cepat... dan sistem yang ia (Amorim) mainkan sama sekali tidak memanfaatkan itu semua. Sejak awal, sistem itu selalu terasa aneh,” jelas Carragher.

Ia menambahkan, wajar jika Amorim tetap mengandalkan sistem itu karena menjadi dasar kesuksesannya sebelumnya.

“Jika Anda pernah sukses sebagai manajer, itulah yang akan Anda andalkan ketika keadaan tidak berjalan baik,” katanya.

Amorim Bisa Pertaruhkan Posisinya

Meski kritik deras berdatangan, Amorim belum menunjukkan niat untuk mengubah pendekatannya.

Baginya, sistem yang diterapkan masih relevan. Ia bahkan pernah mengeluarkan pernyataan tegas tentang hal tersebut usai kalah telak dari Manchester City 0-3 pada 14 September 2025 lalu.

"Ketika saya ingin mengubah filosofi saya, saya akan berubah. Jika tidak, Anda harus mengubah orangnya," ucap Amorim dikutip dari Metro.

Pernyataan tersebut memperlihatkan keengganan Amorim berkompromi dengan gaya lain.

Pernyataan itu juga menjadi sinyal jika Amorim siap mempertaruhkan posisinya di MU untuk membela skema andalannya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.