Kata Founder Football Institute Soal Rangkap Jabatan Erick Thohir

Timnas Indonesia, pssi, kemenpora, erick thohir, Menpora, menpora erick thohir, Kata Founder Football Institute Soal Rangkap Jabatan Erick Thohir

Pengamat sepak bola nasional, Budi Setiawan, menyatakan penunjukan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga di saat dirinya menjabat Ketua Umum PSSI tak akan menimbulkan konflik kepentingan.

Erick Thohir menjadi salah satu menteri Kabinet Merah Putih yang terkena reshuffle oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada Rabu (17/9/2025).

Dia kini tak lagi menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN. Presiden Prabowo memberinya mandat baru sebagai Menpora dalam pelantikan yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Dilantiknya Erick Thohir sebagai Menpora langsung menimbulkan polemik.

Pasalnya, di saat yang bersamaan, pria 55 tahun itu juga berstatus sebagai Ketua Umum PSSI.

Dikhawatirkan, kondisi ini menimbulkan konflik kepentingan lantaran dua jabatan ini diemban bersamaan.

Apalagi, Menpora bisa dibilang sebagai "orang tua" dari seluruh cabang olahraga di Indonesia. 

Namun, Budi Setiawan dalam pemaparan hasil survei Football Institute dengan tema "Menangkap suara suporter sepak bola Indonesia terhadap perkembangan terkini sepak bola nasional periode Februari sampai Agustus 2025", memberikan pandangan sebaliknya. 

Dia melihat keputusan yang diambil Presiden Prabowo justru menumbuhkan harapan baru bagi olahraga nasional.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya, Erick Thohir memang merupakan sosok yang sangat lekat dengan olahraga.

Sebelum menjadi Menpora dan Ketum PSSI, Erick sempat menjabat sebagai petinggi di federasi olahraga nasional maupun internasional.

Beberapa di antaranya adalah Ketua Umum PP Perbasi, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Presiden Klub Inter Milan, Presiden INASGOC, juga menjadi FIBA Board Member.

"Penunjukan Pak Erick Thohir ini namanya penugasan dari negara oleh Presiden. Bahwa tentunya presiden mengetahui Pak Erick Thohir sebagai Ketum PSSI tapi tetap ditugaskan sebagai Menpora saya pikir ada dasarnya," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

"Menurut saya, penunjukan Pak Erick Thohir oleh Presiden Prabowo itu menimbulkan harapan untuk kemajuan olahraga di Indonesia secara umum," jelasnya.

Membahas lebih dalam soal konflik kepentingan, Budi justru merasa heran dengan pihak-pihak yang menyinggung hal tersebut.

Padahal, rangkap jabatan Erick Thohir sebagai Menpora dan Ketum PSSI justru bakal memberikan dampak baik bagi perkembangan sepak bola nasional dan olahraga Indonesia secara keseluruhan.

"Banyak yang bilang konflik kepentingan, justru yang saya mau tanya itu konflik kepentingannya di mana?" ujar Budi.

"Sepak bola ini adalah cabang olahraga paling favorit di Indonesia dan harus diurus oleh orang yang ngerti olahraga, yang kebetulan sekarang ditunjuk menjadi Menpora itu juga Ketum PSSI."

"Jadi, kalau sepak bolanya maju, itu meningkatkan kualitas dari olahraga kita secara umum. Menurut saya jadi tidak ada konflik kepentingan di situ," ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi juga menyinggung dugaan bahwa Erick Thohir akan menganakemaskan beberapa cabor.

Dia mengatakan hal tersebut belum terbukti dan seharusnya publik jangan menghakimi sebelum ada bukti.

"Apakah nanti Erick Thohir akan lebih berat kepada cabor tertentu, itu kan baru dugaan belum diuji," ucap Founder Football Institute itu.

"Nah, kita berikan saja nih waktunya untuk pengujian itu, apakah beliau bisa adil menempatkan dirinya sebagai Menpora dan juga Ketum PSSI untuk bersikap adil dengan semua cabang olahraga yang ada."

"Apakah akan berdampak baik untuk sepak bola Indonesia? Pasti iya, karena dia Ketum PSSI yang juga Menpora. Tapi, apakah cabang olahraga lain akan merasa di anaktirikan, menurut saya tidak," katanya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.