Mengapa Perempuan Berkaki Besar Sulit Mencari Sepatu yang Pas

ukuran sepatu, ukuran kaki besar, desain sepatu, Mengapa Perempuan Berkaki Besar Sulit Mencari Sepatu yang Pas

Bagi sebagian perempuan, belanja sepatu bisa jadi pengalaman menyenangkan. Tapi bagi mereka yang ukuran kakinya di luar standar rata-rata Asia, urusan ini merepotkan. 

Bayangkan, mencari sepatu flat dengan ukuran di atas EU 41 saja bisa terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Alasannya cukup masuk akal: sebagian besar merek hanya memproduksi ukuran yang paling laku di pasaran. 

“Jumlah perempuan yang pakai ukuran sepatu di atas EU 41 di Asia relatif kecil, sehingga bagi banyak merek, permintaannya tidak cukup untuk membenarkan biaya produksi yang signifikan,” jelas Clara Han, pendiri sekaligus direktur kreatif merek sepatu lokal asal Singapura Oleah.

Akibatnya sepatu dengan ukuran khusus seperti seringkali dilayani oleh produsen sepatu khusus yang secara khusus berkomitmen pada segmen tersebut.

Membuat sepatu memang bukan perkara sederhana. Setiap ukuran memerlukan cetakan khusus dengan detail lebar, tinggi hak, hingga bentuk jari kaki, yang berarti biaya produksi bisa membengkak. Tak heran, banyak brand memilih bermain aman dengan ukuran standar.

Namun, tren mulai bergeser. Han mengaku awalnya hanya membuat sepatu dari EU 35 hingga 41, tapi permintaan pasar memaksanya berpikir ulang. 

“Kami menerima permintaan untuk ukuran mulai dari EU 30 hingga EU 44. Karena itu, kami memperluas lini menjadi EU 32 hingga 43,” ujarnya.

Hal ini juga diamati oleh merek sepatu lokal Pazzion. Pendiri dan direktur Pazzion, Tom Ng, mengatakan permintaan untuk alas kaki dengan ukuran yang lebih besar terus meningkat. 

"Kami mendengarkan masukan pelanggan dan sedang menjajaki opsi untuk memperluas jangkauan produk kami secara bertahap agar lebih inklusif terhadap ukuran," ujarnya. 

ukuran sepatu, ukuran kaki besar, desain sepatu, Mengapa Perempuan Berkaki Besar Sulit Mencari Sepatu yang Pas

Pilih sepatu merek Eropa dan AS

Bagi perempuan berkaki besar di Asia, solusi sering kali datang dari merek-merek Eropa atau Amerika. Jika tidak tersedia di toko di mal, pilihannya adalah belanja online.

Masalahnya, alas kaki yang dibeli secara online juga seringkali tidak pas. 

“Perbedaan sistem ukuran dan bentuk kaki jadi penyebab utamanya. Ukuran bukan sekadar panjang, tapi juga lebar, lingkar, bahkan volume kaki,” tambah Han.

Tom Ng menunjukkan beberapa elemen desain yang dapat menonjolkan panjang dan ukuran kaki, seperti ujung sepatu yang sangat sempit atau runcing, atau tali horizontal yang sangat tipis.

Ada trik yang bisa dicoba. Misalnya, pilih setengah atau satu ukuran lebih besar untuk sepatu dengan ujung runcing, boots, sneakers, atau heels—yang biasanya terasa lebih sempit. 

Sementara untuk gaya, Han menyarankan block heels sebagai pilihan aman karena lebih seimbang dan nyaman. Jika ingin tampil anggun, stiletto dengan hak sedikit lebih tebal bisa jadi kompromi yang pas bagi pemilik kaki besar.

Selain model, detail desain juga berpengaruh. Model dengan kotak jari berbentuk almond atau vamp yang lebih lebar terasa lebih proporsional. 

Bahan pun tak kalah penting: kulit asli lebih ramah di kaki karena bisa menyesuaikan bentuk seiring waktu, berbeda dengan PU atau kain yang cenderung kaku.

Membuat sepatu kustom

Kustomisasi dapat mengatasi berbagai masalah kecocokan lainnya, selain memungkinkan kita membuat sepatu sesuai ukuran dan desain yang diinginkan. Namun, layanan pesanan khusus yang menyediakan personalisasi penuh harganya sangat mahal.

Alternatif lain yang lebih murah adalah memesan sepatu siap pakai yang dibuat sesuai pesanan atau dibuat khusus. 

Menurut Han ini adalah jenis layanan yang bisa menjadi pilihan bagi wanita yang mencari sepatu ukuran besar, asalkan merek yang menawarkannya sudah memiliki cetakan sepatu yang sudah ada. 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.