Kontroversi Milan Vs Bologna: Allegri Diusir, Pakar Sebut Ada Blunder VAR
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, diusir usai melakukan protes dalam laga kontra Bologna. VAR disebut melakukan kesalahan serius dalam laga Milan vs Bologna.
Gol Luka Modric pada menit ke-61 memastikan kemenangan tipis AC Milan 1-0 atas Bologna di Stadion San Siro.
Laga pekan ketiga Liga Italia 2025-2026 pada Minggu (14/9/2025) atau Senin dini hari WIB itu juga diwarnai momen pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, diusir wasit.
Massimiliano Allegri diusir dari lapangan karena melakukan protes keras usai insiden Christopher Nkunku dijatuhkan di kotak 16 meter Bologna.
Selepas kejadian itu, Massimiliano Allegri menilai AC Milan layak mendapatkan hadiah penalti.
Awalnya, Nkunku sempat mendapat dorongan dari Jhon Lucumi hingga terjatuh, lalu bangkit mengejar bola pantul.
Namun, Nkunku yang direkrut Milan pada bursa transfer musim panas 2025 ini kembali terjatuh setelah duel dengan Remo Freuler.
Saat itu, wasit Matteo Marcenaro langsung menunjuk titik putih. Tetapi wasit VAR (Video Assistant Referee) Michael Fabbri memaksanya meninjau ulang tayangan di monitor tepi lapangan.
Namun, yang ditampilkan hanya insiden kedua, yaitu benturan dengan Freuler, dan tidak ada tayangan dorongan pertama dari Lucumi yang menghambat laju Nkunku.
Keputusan akhir membuat stadion bergemuruh, karena Marcenaro menyatakan tidak ada pelanggaran dari Freuler, sehingga hadiah penalti untuk Milan pun dicabut.
Allegri yang geram kemudian meluapkan protes kerasnya kepada ofisial keempat hingga akhirnya diusir dari area teknis oleh wasit.
“Itu adalah penalti dan pada saat itu saya punya beberapa hal untuk dikatakan kepada ofisial keempat. Untungnya, jas menyelamatkan saya,” ujar Allegri berkelakar soal tensi tinggi dengan wasit, sampai dirinya harus melepas jas.
Eks Wasit Sebut Ada Kesalahan Serius
Mantan wasit Luca Marelli menilai keputusan yang diambil dalam laga Milan vs Bologna tersebut keliru.
“Kesalahan serius dibuat oleh VAR,” kata Marelli dilansir dari Football Italia.
“Memang benar Marcenaro awalnya keliru tidak memberikan penalti ketika melihat dorongan Lucumi kepada Nkunku, yang sangat jelas."
"Namun kesalahan besar terjadi karena VAR hanya menunjukkan tayangan insiden kedua dengan Freuler, sehingga wasit hanya diberi opsi menilai bagian akhir, bukan insiden pertama yang sebenarnya terlewat.”
“Itu bisa didefinisikan sebagai kesalahan jelas dan nyata karena dia tidak memberi penalti untuk pelanggaran pertama tersebut. Nkunku jelas sudah berhadapan dengan Skorupski dan didorong dari belakang oleh Lucumi tanpa ada peluang menyentuh bola,” tutur pakar perwasitan Italia itu.
Luka Modric merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Bologna di Stadion San Siro, di Milan, Italia utara, pada 14 September 2025. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)
Momen itu dijelaskan Marelli dengan istilah DOGSO (Denying a Goal or Obvious Goal-Scoring Opportunity).
Dalam konteks ini, pemain Bologna menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas dan secara aturan disebut layak diganjar kartu merah.
“Alih-alih memperlihatkan kedua insiden kepada wasit, yang seharusnya bisa memutuskan juga potensi kartu merah pada pelanggaran pertama, ia hanya diperlihatkan tayangan kedua, yang memang kita semua sepakat bukan sebuah pelanggaran.”
“Itu adalah DOGSO, sebuah peluang mencetak gol yang jelas dengan tidak ada kemungkinan merebut bola, jadi kartu merah seharusnya pantas diberikan bersamaan dengan penalti,” ucap Marelli.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.