Lost Contact Bisa Jadi Cara Terbaik untuk Move On Setelah Putus

putus cinta, lost contact, lost contact setelah putus, cara move on setelah putus cinta, lost contact cara move on, Lost Contact Bisa Jadi Cara Terbaik untuk Move On Setelah Putus

Tidak semua orang bisa langsung melanjutkan hidupnya alias move on setelah mengakhiri sebuah hubungan.

Untuk hubungan yang berakhir dengan baik-baik saja, move on tampaknya bakal lebih sulit untuk dilakukan.

Dikutip dari Cosmopolitan, Minggu (14/9/2025), kunci untuk bisa melanjutkan hidup setelah putus adalah dengan menerapkan lost contact alias memutus kontak.

Lost contact adalah memutus seluruh komunikasi dengan mantan pasangan, yang mencakup tidak menelepon, tidak bertukar pesan, tidak chatting, mengobrol, tidak menyukai unggahan di media sosial, dan tidak bertemu.

Menciptakan ruang untuk sesuatu yang baru

Menurut sex and grief coach Breeshia Wade, dalam sebuah hubungan yang telah berakhir, kesedihan bisa begitu nyata sampai membuat seseorang melakukan apa pun untuk meredakan rasa sakit itu.

Meskipun, apa yang akan dilakukan nyatanya akan memperburuk penderitaan dalam jangka panjang.

"Lost contact dapat membantumu mengakui kehilangan dengan benar dan meratapinya, dan pada akhirnya menciptakan ruang untuk sesuatu yang baru," jelas Wade.

Lost contact adalah cara untuk benar-benar merasakan dan mengubah kesedihanmu, daripada mengalihkan perhatian dan menenangkan diri dengan mencari 'suntikan dopamin' dari mantan pasangan.

Misalnya adalah dengan menguntit media sosialnya, bertemu dengan mereka secara 'tidak sengaja', atau berhubungan seksual dengan mereka.

Wade tidak menampik bahwa perilaku-perilaku seperti itu mungkin terasa menyenangkan saat itu. Namun, mereka hampir selalu berakhir seperti hangover yang buruk.

Sebab, kecemasan bisa timbul, kamu merasa bingung, dan pada akhirnya menyesali deretan perilaku tersebut.

Dating and breakup coach Lee Wilson mengatakan, memang sulit untuk memblokir nomor mantan kekasih dan media sosial mereka. Namun, semuanya sepadan.

Ditambah lagi, lost contact bukanlah sesuatu yang harus kamu lakukan sepanjang hidupmu, karena tidak ada batas waktu yang ditentukan.

Jika kamu sudah pulih dan bisa move on setelah lost contact selama sebulan, kamu bisa berkontak kembali dengan mantan pasangan sebagai sekadar teman.

Namun, lost contact selamanya pun tidak masalah untuk dilakukan. Semuanya kembali pada pribadi masing-masing.

Kenapa harus lost contact?

Psikolog klinis Lauren Cook, PhD menerangkan, lost contact bisa membantumu move on karena kamu dan mantan sama-sama 'menutup' lembaran lama.

Seringkali, suatu hubungan berakhir dengan berantakan. Hubungan yang masih terjalin dengan mantan pasangan pun bisa rumit, terutama jika masih ada perasaan di dalamnya.

"Perasaan yang masih ada itu bisa benar-benar mengacaukan hubungan yang sudah berakhir. Seseorang mungkin merasa nostalgia terhadap mantannya sampai lupa mengapa mereka putus sejak awal," ucap Cook.

Menurut dia, lost contact dapat memastikan kamu tidak terjerumus ke dalam jurang yang licin, seperti kembali ke hubungan yang tidak tepat untukmu, atau berakhir sebagai friends with benefit (FWB).

Ketika kamu mulai hidup tanpa kehadiran orang tersebut karena sudah lost contact, move on akan jauh lebih mudah untuk dilakukan.

"Lost contact dapat secara efektif menghancurkan peluang apapun untuk kembali bersama. Memang kedengarannya menakutkan, tapi mungkin itulah yang kamu butuhkan untuk move on," tutur Cook.

Relationship coach Stephanie D. MKenzie menambahkan, mengambil langkah pertama yang sulit untuk memutus kontak, dapat membantumu pulih lebih cepat daripada membiarkannya berlarut-larut dan kamu terjerumus ke dalam situasi pertemanan.

"Pertemanan adalah jalan licin menuju situasi 'Mari berteman, tapi tetap saling menguntungkan' (FWB). Ingatlah bahwa kamu putus karena suatu alasan," imbau McKenzie.

Sulit untuk tetap lost contact?

Awalnya, kamu memang berhasil lost contact dengan mantan kekasih. Namun, ada satu rintangan yang berpotensi 'menghancurkan' lost contact, yaitu berpegang teguh pada pendirianmu.

Sayangnya, meski kamu berhasil menerapkan lost contact, kamu bisa tergoda untuk iseng mengontak mereka lewat cara yang mungkin agak nyeleneh, seperti mengirim pesan lewat LinkedIn.

Psikolog klinis di Lenox Hill Hospital di New York, Amerika Serikat, Sabrina Romanoff, PsyD, mengimbau agar kamu tidak langsung mengontak mereka ketika sedang merindu.

"Ingatlah bahwa fungsi waktu saat ini (saat lost contact) adalah untuk memroses pikiran, perasaan, dan kebutuhanmu sendiri tanpa campur tangan orang lain," tutur Romanoff.

Kamu perlu menghadapi kesedihan dan kesepian, dan belajar untuk memrosesnya, alih-alih menghindarinya.

Berpegang teguh pada pendirian memang bisa sangat sulit. Lost contact membutuhkan tekad dan pengendalian diri yang kuat.

Namun, kamu tidak perlu sekeras itu terhadap diri sendiri ketika satu atau dua kali mengontak mantan pasangan.

"Berbaik hatilah pada diri sendiri. Hanya karena kamu mungkin telah melakukan kesalahan satu atau dua kali, bukan berarti kamu tidak bisa mengulanginya lagi (kembali menerapkan lost contact). Ingat bahwa kamu selalu bisa memulai dari awal," kata Cook.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.