Mulai 1 Januari 2026 Mobil Listrik CBU Tidak Lagi Istimewa

Pemerintah akhirnya telah memutuskan masa depan insentif mobil listrik Completely Built Up (CBU) untuk periode 2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin).

Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut memastikan insentif satu ini tidak akan dilanjut di tahun depan.

“Tahun ini Insha Allah tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat,” ungkap Agus di laman resmi Kemenperin, Jumat (12/09).

Menperin menuturkan, keputusan tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 tahun 2023 juncto Nomor 1 tahun 2024.

BYD Denza di GIIAS 2025

Di dalamnya tertera mengenai fasilitas pembebasan bea masuk dan PPnBM mobil listrik CBU berakhir pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, hal senada turut dilontarkan oleh Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian.

Ia menjelaskan alasan mengapa insentif mobil listrik CBU tidak dilanjut, salah satunya demi mendorong lokalisasi kendaraan roda empat yang sudah memanfaatkan program tersebut.

“Brand seperti BYD ada beberapa brand lagi yang mereka akan investasi di sini, bangun pabrik, berproduksi di sini, itu yang berhenti,” ucap Setia.

Dengan begitu Kemenperin berharap industri lokal bisa kembali bergairah serta meminimalisir risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sedang menghantui.

Lebih jauh disebutkan, terdapat enam perusahaan yang terbagi dalam sembilan merek otomotif memanfaatkan insentif mobil listrik CBU.

Perusahaan tersebut adalah National Assemblers milik Indomobil. Menaungi produksi Citroen, Aion, Maxus sampai Volkswagen.

Lalu masih ada BYD Auto Indonesia, Geely Motor Indonesia, VinFast Automobile Indonesia, Era Industri Otomotif (Xpeng) serta Inchcape Indomobil Energi (GWM).

Perlu diketahui, BYD dan VinFast tengah membangun pabrik. Fasilitas tersebut berlokasi di kawasan industri Subang.

Kemudian untuk GWM menanamkan uang mereka dalam bentuk perluasan kapasitas produksi di Wanaherang, Jawa Barat.

Adapun investasi yang terkumpul dari seluruh pabrikan di atas, mencapai Rp 15 triliun. Lalu terdapat tambahan peningkatan kapasitas produksi hingga 305 ribu unit.

Daftar Mobil Listrik yang Wajib Diproduksi Lokal 2026

BYD

  • BYD Dolphin
  • BYD Atto 3
  • BYD M6
  • BYD Seal
Harga Aion UT

Denza

  • Denza D9

Geely

  • Geely EX5
  • Geely Xingyuan
  • Geely LEVC L380
  • Geely Starray
  • Geely EM-1

VinFast

  • VinFast VF e34
  • VinFast VF 5
  • Vinfast VF 3
  • VinFast VF 6
  • VinFast VF 7

National Assemblers

  • Citroen E-C3
  • VW.ID Buzz
  • Maxus Mifa 7
  • Maxus Mifa 9
  • Aion Y Plus
  • Aion Hyptec
  • Aion V
  • Aion UT

Xpeng

  • Xpeng X9
  • Xpeng G6

GMW

  • Ora 03