Bambang Pamungkas Jadi Direktur Olahraga Persija Jakarta

persija, persija jakarta, Bambang Pamungkas, Mohamad Prapanca, Super League 2025-2026, Bambang Pamungkas Jadi Direktur Olahraga Persija Jakarta

Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, mengumumkan Bambang Pamungkas telah ditunjuk sebagai Direktur Olahraga Persija Jakarta.

Hal itu diutarakan Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).

Bambang Pamungkas sebelumnya sempat menjabat sebagai manajer tim selama dua periode, pertama pada 2020-2022 kemudian di musim 2024-2025.

Mulai musim ini, dia mendapatkan jabatan baru sebagai Direktur Olahraga.

Secara umum, Prapanca menjelaskan bahwa tugas Bambang Pamungkas sebagai Direktur Olahraga cakupannya lebih luas, namun tetap fokus kepada soal keperluan tim secara keseluruhan.

"Tugas Direktur Olahraga itu membawahi semuanya. Di bawahnya ada Direktur Teknik dan Chief Akademi. Jadi, Bepe ini merangkum keperluan semua," kata Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).

"Musim lalu kan semua dirangkap. Sekarang sudah lebih leluasa, untuk komunikasi dengan agen, pelatih, soal transfer pemain, mengorbitkan tim akademi, itu semua sekarang harus lewat mas Bepe," jelasnya.

Diungkapkan Prapanca, posisi Direktur Olahraga ini dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi antara pelatih dengan manajemen di samping posisi manajer tim.

"Itulah kenapa ada manajer, tim pelatih, dan Direktur Olahraga. Kita harus tetap berinteraksi rutin untuk melihat apakah nanti kita cek berkala," kata Prapanca.

"Contoh, misal di putaran kedua ada diskusi, apakah perlu transfer pemain, atau kita harus memperkuat posisi tertentu, ini yang harus kita evaluasi dan tugas mas Bepe sebagai Direktur Olahraga adalah merangkum semua itu."

"Nanti dia kontak agen, kontak klub lain untuk kebutuhan membeli pemain, tetapi tetap harus diskusi dengan pelatih kepala," ungkap dia.

Selaraskan Visi dan Misi Klub

Pada kesempatan yang sama, Bambang Pamungkas mengungkapkan bahwa tanggung jawabnya sebagai Direktur Olahraga adalah menyelaraskan visi dan misi klub dengan kebutuhan pelatih.

Dia mengakui musim ini pergerakannya terbilang lebih leluasa dalam membangun tim lantaran sebagian besar pemain sudah habis kontraknya sehingga bebas mendatangkan pemain baru.

"Tugas bagi saya adalah bagaimana bisa membuat visi dan misi klub ini selaras dengan kebutuhan tim dan pelatih. Jadi, saya ikut berdiskusi soal apa saja keinginan pelatih dan tim," kata pria yang akrab disapa Bepe itu.

"Tugas saya terlibat sejak awal pembentukan tim. Musim lalu kita tidak leluasa transfer pemain karena ada pemain-pemain yang masih punya kontrak. Sekarang, kita lebih leluasa memenuhi apa kebutuhan pelatih, tapi sesuai visi dan misi klub," tutur dia.

Satu hal yang dipertahankan oleh Bepe adalah konsistensi Macan Kemayoran dalam mengorbitkan pemain muda.

"Persija itu sangat komitmen soal pembinaan usia dini. Jadi, penting bagaimana tim senior kita ini sesuai dengan visi dan misi kita," ujar Bepe.

"Selain ada pemain-pemain asing dan beberapa pemain lokal, kita mendaftarkan ada 14 pemain akademi dan itu bentuk komitmen kita soal pembinaan usia dini."

"Jadi, ke depan kami ingin agar tim senior sesuai visi dan misi klub, mulai dari perekrutan pemain. Dan kami tidak cuma beli pemain lokal senior saja, kami beri kesempatan pemain akademi untuk masuk tim utama," jelasnya.

Selanjutnya, Persija akan menghadapi Bali United pada pekan kelima Super League 2025-2026.

Duel akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (14/9/2025).

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.